PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) meningkatkan rasio pembayaran dividen atau payout ratio menjadi 92 persen dari laba bersih tahun buku 2025, berdasarkan keterbukaan informasi pada Selasa, 14 April 2026. Keputusan ini memicu kenaikan total nilai dividen menjadi Rp52,1 triliun yang dijadwalkan cair pada 8 Mei 2026 mendatang.
Kenaikan persentase distribusi laba tersebut melampaui rasio pembayaran tahun buku 2024 yang tercatat sebesar 86 persen. Secara nominal, total dividen tahun buku 2025 tumbuh dari Rp51,73 triliun menjadi Rp52,1 triliun, atau setara dengan Rp346 per lembar saham.
Dari total nilai tersebut, emiten berkode saham BBRI ini telah menyalurkan dividen interim sebesar Rp137 per saham senilai Rp20,63 triliun pada pertengahan Januari lalu. Sisanya sebesar Rp209 per saham atau akumulasi Rp31,47 triliun akan dibayarkan kepada pemegang saham yang berhak.
Berdasarkan data Bloomberg Technoz, periode cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi ditetapkan jatuh pada 20 April 2026. Pemegang saham yang ingin mendapatkan hak dividen harus terdaftar dalam Recording Date pada 22 April 2026.
Setelah melewati fase cum dividen, jadwal ex dividen di pasar reguler dan negosiasi akan berlangsung pada 21 April 2026. Sementara itu, untuk pasar tunai, periode cum dividen dijadwalkan pada 22 April dan ex dividen pada 23 April 2026.
Peningkatan alokasi dividen ini sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memberikan imbal hasil optimal kepada investor seiring dengan kinerja laba tahun berjalan.
Proses pembayaran dividen tunai akan dilakukan secara otomatis melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atau bank kustodian untuk pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·