BRIN kukuhkan lima profesor riset baru bidang biologi hingga nuklir

Sedang Trending 40 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kamis, mengukuhkan lima orang profesor riset baru lintas bidang dalam upaya memperkuat kapasitas dan kapabilitas ekosistem riset di tanah air.

Kelima profesor riset tersebut adalah N. Sri Hartati (Kepakaran Biologi Molekuler Tanaman), Istiana Hermawati (Kepakaran Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat), Anastasia Wheni Indrianingsih (Kepakaran Kimia Organik Ramah Lingkungan), Rahmat Arief (Kepakaran Penginderaan Jauh), dan Syaiful Bakhri (Kepakaran Aplikasi Energi Nuklir).

Baca juga: BRIN kukuhkan lima profesor riset baru guna perkuat inovasi nasional

Kepala BRIN, Arif Satria dalam sambutan pengukuhan kelima profesor itu di Jakarta, Kamis, mengucapkan selamat kepada lima guru besar tersebut, seraya berharap bahwa capaian ini bukanlah akhir dari karir mereka sebagai Peneliti Ahli Utama di lembaga riset negara tersebut.

"Selamat, semoga ini adalah awal yang baik. Gelar profesor tentu bukan akhir dari sebuah karir, akan tetapi ini menunjukkan awal bagi kita untuk mengetahui wilayah-wilayah yang selama ini tidak kita ketahui," katanya.

Arif menekankan para profesor riset tak boleh hanya menjadi konsumen agenda riset, namun harus menjadi pengendali agenda-agenda riset nasional, bahkan global.

"Bagaimana para profesor ini menjadi pengendali arah riset kita ke depan akan seperti apa? Berbasis pada satu, kekuatan akal, kekuatan logik, dan kedua adalah kekuatan nilai," ucapnya.

Eks-Rektor IPB University itu menekankan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan keberlanjutan untuk diperhatikan oleh para profesor riset.

"Nilai-nilai itu yang menurut saya saat ini justru sangat penting. Agar kita benar-benar bisa terus mentransformasikan hasil riset kita, berbasis pada ilmu pengetahuan kita, untuk dampak yang lebih besar," ujarnya.

Baca juga: BRIN kukuhkan lima profesor riset baru bidang logam hingga satelit

Baca juga: Ahli BRIN paparkan manfaat serat nano dukung kelestarian lingkungan

Arif juga meminta kepada para profesor riset yang dilantik agar menjadi suri tauladan yang baik bagi para periset muda agar senantiasa bersemangat untuk melakukan riset untuk menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menyebut para profesor riset harus mengawal Indonesia untuk tetap percaya diri dengan kekayaan negara ini. "Confidence dengan cara pandang kita, dengan kekayaan kita, kekayaan nilai budaya kita, dan kekayaan realitas yang ada di Indonesia, dan itu bisa menjadi sebuah model bagi kita untuk memperkaya hasrat ilmu pengetahuan global," ucap Arif Satria.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.