BRIN Sebut Objek Putih Bercahaya di Bekasi Diduga Meteor

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan analisis terkait kemunculan objek putih bercahaya yang melintas di langit Kota Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini. Fenomena tersebut terekam kamera warga pada Jumat, 24 April 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Sebagaimana dilansir dari Detikcom, visual yang beredar menunjukkan benda terbang berwarna putih di tengah kondisi langit yang masih terang benderang. Meskipun bulan sudah tampak terlihat, objek tersebut tetap memancarkan cahaya kuat dan meninggalkan jejak terbang menyerupai buntut cahaya saat kamera melakukan pembesaran gambar.

Ryan Pratama, warga yang mengabadikan momen tersebut dari kediamannya di kawasan Kranji, mengonfirmasi bahwa pengambilan video dilakukan saat ia sedang beraktivitas di luar rumah. Ia mengaku awalnya hanya berniat mendokumentasikan penampakan bulan di sore hari.

"Betul saya yang ambil, tanggal 24 April, sore-sore sekitar jam 17.00 WIB," kata Ryan saat dimintai konfirmasi Detikcom, Selasa (12/5/2026).

Pria tersebut menjelaskan bahwa penemuan objek itu terjadi secara tidak sengaja. Saat itu, ia sedang menghabiskan waktu bersama anggota keluarganya di halaman depan rumah.

"Saya lagi main sama anak di depan rumah. Kami lagi lihat bulan sore-sore. Tahu-tahu saya lihat ada yang terbang lewat," ucapnya.

Menanggapi laporan tersebut, Koordinator Kelompok Riset (Pokris) Astronomi dan Observatorium BRIN, Thomas Djamaluddin, memberikan penjelasan teknis. Setelah melakukan peninjauan terhadap rekaman video milik warga, ia memberikan indikasi awal mengenai jenis benda langit tersebut.

"Seperti meteor terang. Karena cukup terang, dapat terlihat siang hari," kata Thomas saat dikonfirmasi terpisah.

Penjelasan tersebut didasarkan pada karakteristik visual meteor yang melintasi atmosfer bumi sehingga tertangkap jelas oleh sensor kamera. Di sisi lain, otoritas riset nasional saat ini tengah mengoptimalkan infrastruktur digital untuk memantau aktivitas di ruang angkasa secara lebih sistematis.

"Sedang disiapkan di orbit.brin.go.id. Situs itu untuk info sampah yang (potensial) jatuh di wilayah Indonesia. Untuk meteor, perlu analisis periset," jelasnya.

Pengembangan situs tersebut ditujukan untuk memantau keberadaan sampah antariksa yang memiliki risiko jatuh di wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Sementara itu, untuk objek alami seperti meteor, pihak BRIN tetap memerlukan analisis mendalam dari para peneliti guna memastikan klasifikasi dan dampaknya.