BSI catat laba naik 17,1 persen jadi Rp2,2 triliun pada kuartal I 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan bahwa perseroan membukukan laba bersih senilai Rp2,2 triliun pada triwulan I tahun ini, meningkat 17,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Ia menuturkan, capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 17,99 persen yoy menjadi Rp376,8 triliun serta dana murah (Current Account Saving Account/CASA) sebesar 21,36 persen yoy menjadi Rp236,24 triliun.

“Kami di BSI, Alhamdulillah, mencatat pertumbuhan laba sebesar 17,1 persen yaitu Rp2,2 triliun. Ini didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga yang tertinggi di industri, dan dana murah yang juga tertinggi di industri,” kata Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, Selasa.

Peningkatan DPK dan dana murah tersebut, lanjut dia, merupakan hasil dari upaya perusahaan dalam memperluas layanan tabungan haji dan umrah dengan menyasar generasi muda agar mulai mempersiapkan biaya untuk menjalankan kedua ibadah tersebut sejak dini.

Baca juga: Danamon catat laba bersih kuartal I capai Rp1,1 T, tumbuh 35 persen

Ia menyatakan, saat ini nasabah kelompok umur 21-40 tahun, atau Milenial dan Gen Z, yang memiliki tabungan haji mencapai 1,2 juta nasabah.

Sedangkan total nasabah tabungan haji dari segala kelompok usia, mulai di bawah 20 tahun hingga di atas 70 tahun, mencapai 6,11 juta.

“Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk beribadah sejak dini sudah mulai terlihat karena komposisi usia muda meningkat,” ujarnya.

Anggoro mengatakan, semakin banyaknya pembukaan rekening tabungan haji dalam setahun terakhir juga mendorong peningkatan market share perseroan.

Baca juga: Laba bersih BRI tumbuh 13,74 persen jadi Rp15,5 triliun di kuartal I

Ia menuturkan, market share perseroan meningkat menjadi 53,6 persen pada tahun lalu dari sebelumnya masih berada di bawah 50 persen pada 2023.

Selain itu, lanjut dia, kinerja positif pada kuartal I 2026 tersebut juga menempatkan perseroan sebagai bank terbesar kelima dalam industri perbankan nasional, baik dari segi laba maupun aset. Aset perseroan tercatat meningkat 14,78 persen yoy menjadi Rp460,13 triliun.

Untuk menjaga performa tersebut, perseroan pun berkomitmen untuk meningkatkan jumlah nasabah melalui tiga strategi yang berfokus pada penguatan dana murah, pembiayaan, dan fee-based income.

“Fokus pada dana murah, fokus pada pembiayaan yang sehat dan sustain (berkelanjutan)… dan juga kontribusi yang ditopang dari bisnis emas yang punya kontribusi terhadap fee-based income,” ucap Anggoro.

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.