BTN Dorong KPR Subsidi Tepat Sasaran untuk Kelompok Desil Tiga Sampai Delapan

Sedang Trending 47 menit yang lalu

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memfokuskan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi agar tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah dari kelompok desil tiga hingga desil delapan, Sabtu (23/5/2026).

Skema pembiayaan ini sengaja dirancang berbeda dari kredit komersial biasa yang umumnya menetapkan batas minimum pendapatan bagi calon debitur. Langkah penargetan kelompok ini dilansir dari Detik Finance dalam acara Jogja Financial Festival di Yogyakarta.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa penatapan batas maksimal penghasilan menjadi pembeda utama agar program KPR subsidi tidak salah sasaran.

"Desil tiga sampai desil delapan itu sudah bisa diintervensi pakai KPR subsidi kalau dari sisi KPR," ungkap Nixon dalam acara Jogja Financial Festival, Sabtu (23/5/2026).

Bagi kelompok masyarakat dengan pendapatan paling rendah yang berada di desil satu dan desil dua, pembiayaan perumahan dialihkan melalui program bantuan lain. Kelompok dengan penghasilan di bawah Rp 2,6 juta per bulan tersebut dinilai masih kesulitan untuk menjangkau cicilan KPR, sehingga pemerintah menyediakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Melalui program stimulan swadaya tersebut, setiap rumah tangga akan memperoleh bantuan dana berkisar antara Rp 20 juta hingga Rp 25 juta yang dapat digunakan untuk membangun atau memperbaiki hunian mereka.

"Desil satu, desil dua atau penghasilan di bawah Rp 2,6 juta per bulan Ini pemerintah mengeluarkan apa yang namanya BSPS, Bantuan Stimulan Pembangunan Swadaya. Jadi pemerintah ngasih Rp 20 juta sampai Rp 25 juta per rumah tangga," jelas Nixon, Direktur Utama BTN.

Upaya meringankan beban finansial masyarakat berpenghasilan rendah juga terus dikaji oleh pemerintah melalui perpanjangan masa tenor pinjaman. Saat ini, pemerintah tengah mempertimbangkan opsi perpanjangan jangka waktu cicilan KPR subsidi hingga mencapai 40 tahun.

"Hari ini pemerintah juga lagi mengkaji kalau KPR-nya sampai 40 tahun supaya lebih murah lagi angsurannya, mudah-mudah desil dua bisa dapat," pungkas Nixon, Direktur Utama BTN.