Bupati Jember Mobilisasi ASN Jelajah Kondisi Kemiskinan Ekstrem

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Bupati Jember Muhammad Fawait menyapa warga usai pembagian bansos sembako. Foto: Diskominfo Jember

Hampir 100 ribu warga Kabupaten Jember, Jawa Timur yang lewat sensus penduduk diklaim berada dalam kondisi kemiskinan ekstrem.

Bupati Jember, Muhammad Fawait tampaknya tidak mau percaya begitu saja dengan laporan tersebut. Ia ingin mendapat gambaran riil daripada hanya mengantongi data sekadar diatas kertas.

Lantas, pria yang akrab disapa Gus Fawait itu mengambil langkah yang tidak biasa. Muncul perintah kepada seluruh ASN agar bergerak melakukan verifikasi dan validasi (verval).

Sekitar 20 ribu ASN tanpa pandang bulu status jabatannya mendapat perintah yang sama. Setiap ASN ditugasi masing-masing wajib mendatangi langsung 4-5 warga yang terdata dalam kategori miskin ekstrem.

"Saya yakin dengan ASN turun langsung ke masyarakat, maka data yang diperoleh akan semakin tepat untuk menyempurnakan data yang sudah ada dari BPS dan PKH," kata Gus Fawait.

Mobilisasi ASN berlangsung dalam rentang waktu antara tanggal 20-24 April 2026. Ketentuan berlaku bagi ASN hanya boleh melakukannya diluar jam kerja.

Gus Fawait meminta setiap ASN bertemu langsung dengan warga yang terdata, mendokumentasikan kondisi rillnya dalam bentuk video dan foto.

Terdapat fleksibilitas dalam penugasan tersebut. Apabila ASN sedang sakit atau hamil dapat mewakilkan ke orang lain dengan catatan menghasilkan data yang benar-benar valid.

Adapun Gus Fawait mengungkapkan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini diantaranya adalah memperoleh kondisi warga miskin ekstrem sesungguhnya. Kelak menjadi dasar menyusun program yang tepat sasaran.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyapa warga usai pembagian bansos sembako. Foto: Diskominfo Jember

"Saya yakin ini kebijakan yang tepat untuk memastikan mereka yang miskin ekstrem mendapat hak, perhatian, dan perlindungan dari negara," tegasnya.

APBD Jember 2026 yang disahkan mencapai nominal Rp 4,3 triliun. Di dalamnya teralokasi anggaran belanja bantuan sosial senilai Rp 22 miliar; dan belanja hibah senilai Rp 164,7 miliar. Pendataan secara presisi warga miskin ekstrem akan sangat menentukan efektivitas belanja tersebut.

Salah seorang pejabat eselon II yang enggan disebut namanya mengaku datang langsung ke rumah warga miskin di Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe bernama Hamdih (62).

Menurutnya, warga tersebut sungguh-sungguh nyata hidup dalam kemiskinan ekstrem. Hamdih hanya seorang yang bermata pencaharian sebagai buruh tani.

Hamdih sama sekali tidak punya alat produksi. Penghasilannya tidak menentu, tergantung dari pemilik sawah atau ladang yang sewaktu-waktu datang memintanya bekerja.

Sang pejabat menuturkan, Hamdih hidup berdua dengan anak perempuan kandung berusia 17 tahun yang juga membantu menjalani pekerjaan buruh tani.

Rumah yang ditempati Hamdih sebagian berdinding papan kayu untuk kamar tidur, dan sebagian lagi anyaman bambu di ruang dapur.

Peralatan memasak yang terlihat di dapur Hamdih sangat sederhana, dan sedikit jumlahnya. Sehari-hari memasak dengan tungku yang apinya disulut dengan kayu bakar.

Temuan lainnya sepasang warga miskin yang perempuan sudah renta dengan suaminya terbaring karena sakit-sakitan. Kondisi kehidupannya nyaris sama dengan warga sebelumnya.

Namun, di tempat lain justru kontras sekali dibanding hasil penelusuran salah seorang ASN yang menemukan orang kaya hidupnya berkecukupan, tapi masuk dalam data warga miskin ekstrem.

Seperti temuan warga yang tinggal di Kecamatan Patrang tercatat dalam data miskin ekstrem kendati mempunyai motor gede jenis Triumph. Padahal, harganya berkisar antara Rp 200-700 juta.

Demikian halnya temuan di Kecamatan Mumbulsari yang nyaris serupa. Seorang warga punya mobil dan rumah besar walaupun masuk data kategori miskin ekstrem.

Gus Fawait menyatakan, kegunaan hasil verval lewat mobilisasi ASN bakal krusial. Bermanfaat untuk memperkuat perhatian terhadap warga yang riil miskin, dan jadi dasar mencoret warga berkecukupan dari data kemiskinan.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember, David Handoko Seto menyampaikan dukungan penuh ke Bupati Jember. Ia berpendapat, pro kontra pasti terjadi di setiap keputusan.

"Memang ada penolakan dari ASN. Tadi saya sempat lihat videonya. Tapi, ini hanya sebagian kecil. Kita sedang mengetuk hati nurani ASN. Saya yakin mereka yang punya kepedulian akan memahami," tuturnya.

David meminta perbaikan tata laksana mobilisasi ASN supaya lebih efektif. Pembagian tugas ASN secara cermat agar beban terdistribusi proporsional.

Sejumlah ASN diketahui harus mendatangi warga miskin yang berada di kecamatan terpisah. Beberapa ASN pun mengalami insiden kecelakaan dalam perjalanan, karena jarak yang terlalu berjauhan dan melalui medan terjal ketika melaksanakan pengabdian tersebut.