Indeks saham utama di Amerika Serikat menyentuh level rekor tertinggi baru pada penutupan perdagangan Rabu (22/4) setelah Presiden Donald Trump memutuskan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Dilansir dari Bloombergtechnoz, sentimen positif ini memicu lonjakan optimisme investor di tengah ketegangan geopolitik yang mereda sementara.
Indeks S\&P 500 menguat 1,0 persen di New York dan mencatatkan level penutupan tertinggi sepanjang masa. Indeks Nasdaq 100 yang berfokus pada sektor teknologi juga melonjak 1,7 persen ke rekor baru, sementara harga minyak mentah Brent naik 3,0 persen hingga menyentuh US$100 per barel.
Sektor semikonduktor memimpin penguatan dengan kenaikan 2,7 persen pada Indeks Semikonduktor Bursa Saham Philadelphia, yang mencatatkan reli selama 16 sesi berturut-turut. Mark Hackett dari Nationwide memberikan pandangannya mengenai ketahanan pasar di tengah rilis laporan keuangan perusahaan yang sedang berlangsung.
"Di saat musim laporan laba membuat investor dalam posisi wait-and-see, reaksi pasar yang tenang terhadap berita geopolitik adalah tanda nyata dari ketahanan pasar," ujar Mark Hackett, Nationwide.
Pihaknya menilai bahwa fokus pasar saat ini mulai kembali pada fundamental ekonomi dan kinerja emiten yang menunjukkan tren positif.
"Seiring fokus kembali ke data makro dan kinerja perusahaan, jalur dengan hambatan terkecil tampaknya masih akan terus menguat," ujar Mark Hackett, Nationwide.
Keputusan Trump untuk memperpanjang gencatan senjata diumumkan tepat pada hari berakhirnya batas waktu semula, Rabu (22/4). Meski demikian, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebutkan bahwa pemerintah belum menetapkan tenggat waktu baru bagi Iran untuk mengajukan proposal perdamaian.
Analis pasar senior di Capital.com, Daniela Hathorn, menyoroti bahwa pasar masih menghadapi risiko ketidakpastian jalur distribusi energi, terutama di Selat Hormuz.
"Pasar masih menavigasi keseimbangan yang rapuh antara membaiknya sentimen dan risiko geopolitik yang tersisa," kata Daniela Hathorn, analis pasar senior di Capital.com.
Hathorn menambahkan bahwa meskipun ketegangan mereda, premi risiko tetap ada pada pasar energi karena gangguan distribusi yang belum sepenuhnya pulih.
"Meskipun berita gencatan senjata membantu meredakan kekhawatiran pasokan, gangguan aliran distribusi yang terus berlanjut membuat premi risiko tetap tertanam di pasar energi," kata Daniela Hathorn, analis pasar senior di Capital.com.
Di sektor korporasi, saham Boeing Co naik 5,5 persen berkat pengiriman pesawat yang kuat, sementara GE Vernova Inc melonjak 14 persen. Namun, United Airlines Holdings Inc turun 5,6 persen, berbanding terbalik dengan Spirit Aviation Holdings Inc yang meroket 150 persen karena potensi penyelamatan finansial dari pemerintah.
| Spirit Aviation Holdings Inc | +150% | Rencana penyelamatan finansial pemerintah |
| GE Vernova Inc | +14% | Laba melampaui estimasi |
| Boeing Co | +5,5% | Arus kas lebih baik dari perkiraan |
| United Airlines Holdings Inc | -5,6% | Penurunan proyeksi laba tahunan |
| Fair Isaac Corp | -6,4% | Kebijakan penekanan biaya skor kredit |
Investor kini menantikan laporan keuangan dari anggota kelompok "Magnificent Seven" lainnya setelah Tesla Inc melaporkan hasil yang melampaui ekspektasi analis pada perdagangan setelah jam bursa.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·