Bursa Saham AS Menguat dan Harga Minyak Anjlok per 14 April 2026

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Indeks saham di Wall Street melonjak mendekati rekor tertinggi pada Selasa, 14 April 2026, seiring merosotnya harga minyak mentah akibat optimisme pasar terhadap peluang kelanjutan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Dilansir dari Associated Press, indeks S\&P 500 naik 1,2 persen menjadi 6.967,38, sementara Nasdaq Composite yang didominasi sektor teknologi melompat 2 persen dan Dow Jones Industrial Average menguat 317 poin atau 0,7 persen.

Optimisme investor tumbuh setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal keterbukaan untuk dialog lebih lanjut guna memperpanjang gencatan senjata yang akan berakhir pekan depan demi menghindari skenario terburuk bagi ekonomi global.

Penurunan tekanan inflasi juga didukung oleh data Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan indeks harga produsen (PPI) Maret 2026 hanya naik 0,5 persen secara bulanan, jauh di bawah ekspektasi ekonom sebesar 1,1 persen.

Dampak sentimen perdamaian ini menekan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 7 persen ke level 91 dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah Brent turun 4,2 persen ke bawah 96 dolar AS per barel.

Laporan keuangan emiten perbankan turut memperkuat pasar dengan JPMorgan Chase mencatatkan kenaikan laba 13 persen, meskipun CEO Jamie Dimon memperingatkan adanya risiko ekonomi yang semakin kompleks bagi perbankan saat ini.

"Rangkaian risiko yang semakin kompleks sedang dihadapi oleh ekonomi saat ini," kata Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase, saat menanggapi ketidakpastian global dalam laporan kinerjanya.

Strategis Macquarie, Thierry Wizman, dalam catatannya memperingatkan bahwa penyelesaian konflik secara cepat mungkin sulit tercapai karena adanya perbedaan besar mengenai isu nuklir Iran meskipun pasar bereaksi positif terhadap perundingan tersebut.

Di sektor korporasi, saham Amazon naik 3,8 persen setelah mengumumkan rencana akuisisi perusahaan layanan satelit Globalstar, sementara saham Citigroup dan BlackRock masing-masing menguat 2,6 persen dan 3 persen pasca laporan laba yang melampaui estimasi.