Pasar saham di kawasan Asia diperkirakan akan mengawali perdagangan dengan tren negatif pada pagi ini. Kondisi tersebut mengikuti jejak koreksi yang terjadi di Wall Street akibat data inflasi Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran pelaku pasar.
Dikutip dari Bloombergtechnoz, penguatan nilai tukar dolar AS dan merosotnya harga obligasi menjadi perhatian utama investor. Gejolak ini merupakan imbas dari gangguan sektor energi yang dipicu oleh konflik bersenjata di Iran.
Indeks kontrak berjangka di Sydney dan Tokyo menunjukkan pergerakan ke zona merah, sedangkan bursa Hong Kong diprediksi bergerak stagnan. Sementara itu, kontrak berjangka di bursa AS terpantau stabil setelah indeks S&P 500 mundur dari level tertingginya akibat aksi jual saham perusahaan semikonduktor.
Laju kenaikan indeks harga konsumen (IHK) inti di Amerika Serikat yang melampaui estimasi telah mendorong kenaikan imbal hasil Treasury. Para investor kini mulai mengantisipasi kemungkinan Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga pada tahun 2027.
Di sisi lain, harga minyak mentah AS tidak mengalami perubahan signifikan pada awal perdagangan di Asia. Sebelumnya, komoditas ini sempat mengalami lonjakan harga hingga lebih dari 4% pada hari Selasa kemarin.
Tren kenaikan saham teknologi yang sempat melesat pasca perang mulai menunjukkan kejenuhan. Saham produsen cip yang melonjak hampir 70% dalam enam pekan terakhir kini menghadapi tekanan koreksi di tengah ancaman inflasi dan risiko pertumbuhan ekonomi global.
Bret Kenwell dari eToro memberikan pandangannya mengenai situasi pasar saat ini. Ia menilai pasar saham memerlukan waktu untuk berkonsolidasi setelah mengalami reli yang cukup panjang.
"Setelah reli kuat yang didorong oleh laporan laba perusahaan, pasar saham mungkin memang butuh waktu untuk bernapas sejenak," ujar Bret Kenwell.
Meskipun indikator ekonomi dan pasar tenaga kerja masih stabil, posisi kebijakan The Fed dinilai belum sinkron dengan kondisi inflasi yang terus merangkak naik. Inflasi AS pada April tercatat meningkat akibat mahalnya harga bensin dan kebutuhan pokok.
Data menunjukkan IHK naik 3,8% dibandingkan tahun sebelumnya, yang merupakan angka tertinggi sejak tahun 2023. Adapun IHK inti, yang tidak menghitung komponen makanan serta energi, tercatat meningkat sebesar 2,8%.
Skyler Weinand dari Regan Capital menyoroti dominasi narasi inflasi akibat konflik di Timur Tengah. Ia memprediksi harga minyak yang tinggi akan terus memengaruhi data inflasi hingga akhir tahun ini.
"Inflasi kembali melonjak—sebagian besar didorong oleh harga minyak yang tetap tinggi—dan ini akan mendominasi narasi inflasi di sisa tahun ini seiring konflik di Timur Tengah yang terus berlanjut," kata Skyler Weinand.
Chris Zaccarelli menambahkan bahwa pasar tenaga kerja yang solid mempersulit ruang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Hal senada diungkapkan oleh Ellen Zentner mengenai dampak harga energi.
"Kenaikan inflasi inti menunjukkan bahwa tingginya harga energi mulai terasa di seluruh sektor ekonomi," ujar Ellen Zentner.
Ia juga menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan di otoritas moneter Amerika Serikat tidak secara otomatis akan membawa kebijakan yang lebih longgar atau dovish bagi pasar keuangan.
Sentimen Geopolitik dan Perkembangan Global
Di tengah tekanan ekonomi, isu geopolitik antara Amerika Serikat dan China memberikan harapan baru bagi pasar. Presiden Donald Trump menyatakan fokus utama pada pembahasan dagang dalam pertemuan dengan Presiden Xi Jinping pekan ini.
Spekulasi mengenai penguatan mata uang yuan mulai meningkat seiring harapan investor terhadap adanya kesepakatan gencatan perang dagang. Para pelaku pasar memantau ketat hasil pertemuan dua pemimpin negara dengan ekonomi terbesar tersebut.
Sementara itu, kondisi pasar di Eropa khususnya Inggris sedang mengalami tekanan berat. Obligasi Inggris merosot tajam akibat dinamika politik internal yang menekan stabilitas fiskal negara tersebut.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dilaporkan masih berupaya mempertahankan posisinya hingga Selasa malam. Meskipun terjadi gelombang pengunduran diri dari sejumlah menteri, posisi kepemimpinannya sejauh ini masih bertahan dari upaya penggulingan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·