Sekitar 2.000 massa dari Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPP FSPMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Kamis (16/4/2026) pukul 10.00 WIB. Demonstrasi ini dilakukan untuk menyuarakan aspirasi terkait sistem kerja dan kesejahteraan tenaga kerja.
Para buruh membawa tiga tuntutan utama dalam aksi tersebut, yakni penghapusan sistem kerja outsourcing, penolakan upah murah, serta desakan pengesahan UU Ketenagakerjaan. Penegasan mengenai tuntutan tersebut disampaikan oleh pihak kepolisian setempat.
"Tuntutan hapus outsourcing, tolak upah murah dan sahkan UU Ketenagakerjaan sesuai KSP-PB," ujar Kasi Humas Polres Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, saat memberikan konfirmasi yang dilansir dari Detikcom.
Terkait kondisi di lapangan, pihak kepolisian memperkirakan adanya potensi kepadatan arus lalu lintas di sekitar kawasan parlemen. Penumpukan kendaraan diprediksi terjadi di sepanjang Jalan Gatot Soebroto yang mengarah ke wilayah Slipi selama aksi berlangsung.
Informasi yang dibagikan melalui akun X @TMCPoldaMetro mengimbau para pengendara untuk mencari rute alternatif guna menghindari kemacetan. Petugas kepolisian telah disiagakan di titik-titik strategis untuk mengatur mobilitas kendaraan di ruas jalan sekitar Gedung DPR/MPR RI.
"Bagi para pengendara, diimbau untuk selalu mengikuti petunjuk serta arahan petugas di lapangan demi keamanan dan kelancaran kita bersama," kata Iptu Erlyn Sumantri menambahkan.
Hingga saat ini, pengamanan di area gerbang utama DPR RI terus diperketat seiring dengan kedatangan massa aksi. Petugas di lapangan tetap melakukan pemantauan agar penyampaian pendapat berjalan dengan kondusif tanpa mengganggu fasilitas publik.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·