Platform desain grafis Canva resmi mengintegrasikan platform desainnya ke chatbot AI Google Gemini. Dilansir dari Tekno, integrasi ini diumumkan Google dalam ajang konferensi pengembang tahunan Google I/O 2026 yang digelar pada 19 Mei 2026 waktu Amerika Serikat.
Melalui kolaborasi ini, pengguna kini bisa membuat, mencari, hingga mengubah desain Canva langsung lewat percakapan di Gemini tanpa perlu membuka aplikasi Canva secara terpisah. Langkah ini melengkapi ekspansi Canva ke empat chatbot AI terbesar saat ini, yaitu Google Gemini, ChatGPT dari OpenAI, Claude dari Anthropic, dan Microsoft Copilot.
Untuk menikmati fitur baru ini, pengguna cukup menghubungkan akun Canva ke Gemini lewat fitur Connected App. Setelah itu, pengguna tinggal me-mention “@Canva” di kolom chat Gemini yang dilanjutkan dengan perintah atau prompt tertentu. Canva akan otomatis membuat desain yang bisa langsung diedit oleh pengguna.
Salah satu fitur yang paling menarik dari kolaborasi ini adalah integrasi dengan model gambar AI Google bernama Nano Banana. Biasanya, gambar hasil AI generatif berbentuk flat image yang sulit diedit secara detail, sehingga pengguna harus membuat prompt ulang dari awal.
Kini, lewat fitur Magic Layers milik Canva, gambar AI dari Gemini bisa dibongkar menjadi beberapa lapisan yang dapat diedit. Sistem akan menganalisis struktur gambar lalu memisahkan tiap elemen menjadi objek yang bisa dipindah atau diubah secara mandiri.
Melalui teknologi tersebut, pengguna dapat mengganti teks dan warna, memindahkan elemen, atau mengatur ulang desain. Semua proses ini dapat dilakukan tanpa harus melakukan generate ulang terhadap seluruh gambar dari awal.
Penerapan Identitas Visual Brand
Apabila pengguna sudah memiliki Canva Brand Kit, Gemini juga bisa otomatis membuat desain yang sesuai dengan identitas visual brand. Artinya, logo, warna, font, hingga gaya desain perusahaan bisa langsung diterapkan sejak prompt pertama dibuat.
Pengguna juga dapat mengetik prompt untuk mengganti headline presentasi, memperbarui teks di seluruh slide, hingga menerjemahkan desain untuk audiens berbeda. Visual juga bisa disesuaikan agar tampil lebih konsisten.
Selain itu, lewat integrasi Canva di Gemini, pengguna bisa langsung melakukan berbagai aktivitas desain. Aktivitas tersebut meliputi mencari dan merangkum desain lama di Canva, mengedit slide lewat prompt bahasa natural, mengubah ukuran desain untuk platform berbeda, hingga mengisi template otomatis berdasarkan konteks percakapan Gemini.
Ketersediaan Fitur dan Strategi Agresif Canva
Saat ini, integrasi Canva di Gemini mulai digulirkan secara bertahap dan akan tersedia lebih luas dalam beberapa minggu ke depan. Pengguna Gemini di Indonesia bisa mengecek ketersediaan integrasi ini secara berkala melalui menu Settings, kemudian pilih Personal Intelligence, lalu masuk ke Connected Apps.
Integrasi Gemini ini menjadi bagian dari strategi besar Canva untuk menjadi lapisan desain di berbagai platform AI. Alih-alih bersaing lewat satu aplikasi sendiri, perusahaan asal Australia ini memilih masuk ke berbagai AI assistant yang sudah dipakai pengguna sehari-hari.
Seluruh integrasi tersebut bekerja lewat API Canva, sehingga AI assistant bisa langsung mengakses fitur desain, template, hingga Brand Kit tanpa pengguna keluar dari percakapan. Canva menyatakan bahwa strategi ini penting karena AI kini mulai menjadi pusat workflow harian banyak pengguna.
Pihak perusahaan juga mengungkapkan bahwa platform AI 2.0 mereka kini sudah terhubung dengan berbagai aplikasi produktivitas. Aplikasi tersebut meliputi Slack, Gmail, Google Drive, Calendar, Notion, Zoom, hingga HubSpot.
Lewat integrasi yang luas tersebut, Canva AI bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan korporat. Fitur ini dapat dipakai untuk membuat newsletter perusahaan, merangkum rapat Zoom, hingga mengubah e-mail pelanggan menjadi materi penjualan otomatis.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·