Skor ESG Cathay FHC menempati jajaran 2% teratas di industri asuransi global, memperkuat perannya sebagai pemimpin ESG melalui tiga pilar utama, yakni iklim, kesehatan, dan pemberdayaan
Taipei, (ANTARA/PRNewswire)- Cathay Financial Holdings (Cathay FHC) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan terdepan dalam isu keberlanjutan global setelah tercantum dalam Dow Jones Best-in-Class Indices (DJBIC) World Index selama delapan tahun berturut-turut, serta Emerging Markets Index selama 11 tahun. Peringkat Cathay FHC juga termasuk dalam jajaran 5% teratas dalam S&P Global Sustainability Yearbook 2026. Sementara itu, skor ESG Cathay FHC menempati jajaran 2% teratas di industri asuransi global, mengungguli 98% pesaingnya di pasar internasional. Pencapaian tersebut mencerminkan kemampuan Cathay FHC menerjemahkan strategi ESG menjadi daya saing.
Hasil pemeringkatan ini membuktikan keunggulan Cathay FHC dalam tata kelola perusahaan dan manajemen risiko. Cathay FHC meraih skor sempurna pada sejumlah aspek, antara lain transparansi dan pelaporan, manajemen risiko dan krisis, pengaruh kebijakan, keamanan informasi, keuangan berkelanjutan, hak asasi manusia, inklusi keuangan, hubungan pelanggan, serta perlindungan privasi. Kinerja Cathay FHC dari sisi strategi iklim, praktik ketenagakerjaan, dan pengelolaan SDM turut mencerminkan penerapan prinsip keberlanjutan dalam alokasi modal dan nilai bisnis dalam jangka panjang.
Strategi Cathay FHC bertumpu pada tiga pilar utama—iklim, kesehatan, dan pemberdayaan—sebagai dasar untuk memperluas dampak di ekosistem keuangan. Cathay FHC membentuk Komite Keberlanjutan yang bernaung pada Dewan Direktur guna memperkuat tata kelola perusahaan. Komite ini membawahkan Komite Strategi ESG tingkat eksekutif beserta enam gugus tugas pelaksana yang menerapkan inisiatif keberlanjutan.
Dalam aspek iklim, Cathay FHC memanfaatkan keunggulan neraca dan keahlian investasi untuk mempercepat transisi rendah karbon. Cathay FHC mendorong sejumlah perusahaan dengan total emisi lebih dari 200 juta ton karbon per tahun untuk berkomitmen pada target net-zero, sekaligus meningkatkan standar keterbukaan ESG dalam rantai pasok. Anak usaha Cathay FHC seperti Cathay Life Insurance, Cathay United Bank, Cathay Century Insurance, dan Cathay Securities juga tercantum dalam daftar investor institusi dengan transparansi tata kelola perusahaan terbaik versi Bursa Efek Taiwan 2025.
Cathay FHC juga berekspansi ke sektor energi terbarukan dan climate finance. Unit perbankan dan asuransi Cathay FHC bahkan menjadi pelopor pembiayaan proyek pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga bayu lepas pantai, serta aktif dalam inisiatif global seperti RE100 dan Climate Action 100+. Cathay FHC konsisten menghadiri UN Climate Change Conference sejak 2021. Presiden Cathay FHC, Chang-Ken Lee, selama tiga tahun berturut-turut diundang sebagai pembicara di ajang World Climate Summit yang membahas climate finance dari perspektif Asia.
Pada 2025, Cathay FHC mulai mengintegrasikan aspek keanekaragaman hayati dan sumber daya alam dalam pengambilan keputusan, serta menyatakan dukungan terhadap Belém Investor Statement on Tropical Forests sebagai bagian dari upaya pelestarian hutan global.
Di luar isu iklim, Cathay FHC memperluas dampaknya melalui inisiatif kesehatan finansial. Cathay Life Insurance mengembangkan nilai merek "Wellness" sejak 2024 dengan investasi lebih dari NT$200 juta sebagai mekanisme promosi. Program tahunan "Every Step Counts" telah menarik hampir satu juta peserta, mencatat total lebih dari 272,7 miliar langkah, serta menyalurkan lebih dari NT$28 juta untuk kegiatan sosial. Lewat program ini, Cathay Life Insurance mengaitkan insentif berbasiskan pola hidup sehat sebagai kebiasaan preventif dalam kehidupan nasabah.
Melayani lebih dari 60% populasi Taiwan, Cathay FHC memanfaatkan keahlian terpadu di bidang asuransi, perbankan, dan pengelolaan investasi untuk memperkuat ketahanan finansial masyarakat. Upaya tersebut mencakup literasi keuangan, desain produk inklusif, serta penguatan sistem pencegahan penipuan. Cathay United Bank mencegah lebih dari 2.000 kasus penipuan sepanjang 2025, serta menhindari potensi kerugian lebih dari NT$1,7 miliar, berdasarkan data Kepolisian Nasional Taiwan.
Dalam aspek pemberdayaan, Cathay FHC mendorong inklusi, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan. Cathay FHC mengembangkan budaya kerja "Place for All" yang menekankan inklusivitas, didukung kebijakan tenaga kerja yang adaptif terhadap perubahan demografi. Pada 2025, survei partisipasi karyawan mencatat tingkat kepuasan tertinggi, sementara tingkat retensi karyawan satu tahun pascacuti melahirkan mendekati 90%. Cathay FHC juga kembali tercatat dalam daftar "Asia's Best Employers" selama tujuh kali berturut-turut.
Secara eksternal, Cathay FHC terus memperluas program pemberdayaan generasi muda dan perempuan melalui pendidikan, kewirausahaan, dan pengembangan olahraga.
Ke depan, Cathay FHC akan memperdalam fokus pada investasi dan pembiayaan rendah karbon, inovasi produk, serta keterlibatan global. Dengan menyelaraskan kapabilitas finansialnya dengan agenda keberlanjutan global, Cathay FHC tidak hanya berperan sebagai peserta, namun juga pendorong transisi menuju ekonomi net-zero di Asia, sekaligus memperkuat posisinya sebagai acuan dalam keuangan berkelanjutan.
SOURCE Cathay Financial Holdings
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·