Cegah basi, Wagub Jateng minta distribusi dan konsumsi MBG tepat waktu

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Biasanya yang keracunan itu karena pengaturan jadwalnya kurang tepat. Makanan ini ada masa konsumsinya, jadi harus diantarkan tepat waktu dan langsung dikonsumsi

Semarang (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen meminta pendistribusian dan konsumsi makanan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan secara tepat waktu guna mencegah kasus keracunan akibat makanan basi.

"Biasanya yang keracunan itu karena pengaturan jadwalnya kurang tepat. Makanan ini ada masa konsumsinya, jadi harus diantarkan tepat waktu dan langsung dikonsumsi," kata Wagub Taj Yasin di Kabupaten Demak, Selasa.

Kasus dugaan keracunan makanan dalam Program MBG di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, menjadi atensi khusus Pemprov Jateng.

Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu mengaku prihatin atas insiden yang menimpa ratusan penerima manfaat tersebut dan indikasi keracunan seringkali berkaitan dengan pengelolaan waktu distribusi yang kurang tepat.

Baca juga: Pemprov Jateng: MBG telah sasar 6,3 juta penerima manfaat

Ia juga meminta pihak sekolah maupun pesantren turut berperan aktif dalam membimbing siswa atau santri agar langsung mengonsumsi makanan yang telah didistribusikan.

"Jangan sampai makanan disimpan dulu, lalu dimakan di kemudian hari," kata Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pelaksanaan Program MBG Jateng tersebut.

Lebih jauh ia memastikan pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi terhadap penyedia layanan MBG yang lalai secara berjenjang, mulai dari pembinaan hingga pencabutan izin operasional dapur.

"Sudah ada kasus penutupan dapur di Jawa Tengah. Ini menjadi peringatan keras. Dari pemerintah pusat juga sudah memberikan warning (peringatan), ada tahapan sanksi, bahkan sampai pencabutan izin," katanya.

Sebelumnya, ratusan santri di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan pada Sabtu (18/4).

Baca juga: Pemprov Jateng tangani cepat dugaan keracunan MBG di Grobogan

Gejala keracunan mulai muncul dan dialami para santri pada Minggu (19/4) pagi dengan keluhan sakit perut, pusing, mual, hingga muntah.

Tak hanya santri, kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) juga terdampak, dengan total korban diperkirakan mencapai 187 orang.

Hingga Senin (20/4) sebanyak 68 orang menjalani perawatan inap, sementara 66 lainnya menjalani rawat jalan dengan pemantauan intensif.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait kasus tersebut telah dihentikan sementara operasionalnya dan dipasang garis polisi.

Dinas Kesehatan setempat juga tengah melakukan uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti, sekaligus mengevaluasi menyeluruh sarana produksi pangan, termasuk aspek higienitas, lingkungan, hingga kapasitas sumber daya manusia.

Baca juga: Wagub Jateng bakal evaluasi MBG di Kudus

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.