Cegah komplikasi, jamaah wanita diimbau patuhi dosis obat penunda haid

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Obat penunda haid itu bisa diminum asal sesuai dengan dosisnya atau cara penggunaannya yang benar

Makkah (ANTARA) - Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah Mohammad Risky mengimbau jamaah calon haji wanita untuk benar-benar mematuhi dosis dan aturan pakai saat mengonsumsi obat penunda haid guna menghindari risiko komplikasi kesehatan.

"Obat penunda haid itu bisa diminum asal sesuai dengan dosisnya atau cara penggunaannya yang benar," ujar Risky di Makkah, Arab Saudi, Kamis.

Penggunaan obat penunda siklus menstruasi memang lumrah dilakukan oleh jamaah calon haji wanita agar seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dapat dilaksanakan secara maksimal tanpa halangan.

Meski secara medis diperbolehkan, Risky mengingatkan kelalaian dalam menakar dosis dapat berdampak buruk.

Baca juga: Kemenhaj: 33,2 persen petugas haji perempuan, demi kenyamanan jamaah

Dalam pelaksanaannya di lapangan, tim kesehatan beberapa kali menemukan adanya jamaah calon haji yang mengalami gangguan kesehatan atau komplikasi akibat mengonsumsi obat penunda haid yang tidak sesuai dengan anjuran semestinya.

Sebagai langkah mitigasi, ia menjelaskan alur penanganan medis yang telah disiapkan bagi jamaah calon haji yang mengalami keluhan terkait penggunaan obat tersebut.

Yang pertama adalah konsultasi tingkat awal. Jamaah calon haji diminta untuk tidak panik dan segera berkonsultasi dengan dokter kelompok terbang (kloter) maupun dokter sektor masing-masing.

Baca juga: PPIH: Jamaah haji perempuan yang haid tetap bisa jalankan wukuf

Selanjutnya yaitu penanganan lanjutan di KKHI. Apabila keluhan belum mereda dan memerlukan penanganan medis yang lebih komprehensif, kata dia, jamaah calon haji dapat mendatangi fasilitas KKHI.

Kemudian adalah rujukan rumah sakit. Jika terjadi komplikasi yang membutuhkan tindakan segera, lanjutnya, jamaah calon haji akan langsung dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Pihak KKHI terus mendorong agar jamaah calon haji senantiasa proaktif berkomunikasi dengan tenaga kesehatan yang mendampingi, sehingga ibadah dapat berjalan lancar, aman, dan mabrur.

Baca juga: BP Haji usul petugas haji perempuan diperbanyak pada tahun depan

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.