Pemerintah China melaporkan penurunan volume impor minyak mentah dan gas alam pada Maret 2026 akibat krisis pasokan di wilayah Teluk Persia yang menghambat jalur pengiriman utama. Berdasarkan data administrasi bea cukai China yang dirilis Selasa (14/4/2026), pembelian minyak mentah menyusut 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 49,982 juta ton.
Penurunan lebih tajam terjadi pada sektor gas alam yang merosot hingga 11 persen secara year-on-year (yoy) menjadi 8,183 juta ton, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Meskipun terjadi penurunan bulanan, impor kumulatif minyak sepanjang tahun ini masih mencatat kenaikan sebesar 8,9 persen karena langkah Beijing yang terus memperkuat cadangan nasional di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.
Gangguan rantai pasok ini dipicu oleh penutupan efektif Selat Hormuz menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai sejak 28 Februari lalu. Kondisi tersebut menyebabkan kilang-kilang besar di China mengalami kendala penerimaan kargo dari negara produsen utama seperti Arab Saudi dan Irak.
Tekanan pasokan juga berdampak pada kilang independen kecil yang selama ini bergantung pada minyak mentah murah dari Iran guna menjaga margin keuntungan. Akses terhadap minyak tersebut kini terbatas, sementara pengiriman melalui jalur laut secara keseluruhan menghadapi hambatan serius di tengah ketegangan militer antara Angkatan Laut AS dan Iran.
Di sisi ekspor, China memangkas pengiriman produk minyak ke luar negeri sebesar 12 persen pada Maret menjadi 4,601 juta ton untuk mengamankan stok domestik. Beijing juga memberikan instruksi kepada kilang milik negara agar mulai memanfaatkan cadangan komersial sebagai langkah mitigasi menghadapi gangguan pasokan yang diprediksi akan berlangsung lama.
Meskipun hampir separuh pasokan gas China dikirim melalui jalur darat dari Rusia, Asia Tengah, dan Myanmar, sektor Liquefied Natural Gas (LNG) tetap terdampak signifikan. Data pelacakan kapal menunjukkan kargo LNG anjlok 22 persen secara tahunan pada Maret menjadi 3,74 juta ton.
Pasokan gas melalui jalur laut diprediksi sulit pulih dalam waktu dekat karena fasilitas ekspor di Qatar memerlukan waktu bertahun-tahun untuk perbaikan pasca serangan. Saat ini, jalur pipa darat China telah beroperasi pada kapasitas maksimal sehingga memiliki ruang gerak yang sangat terbatas untuk menutupi kekurangan pasokan dari jalur laut.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·