Cole Allen Bantah Dakwaan Percobaan Pembunuhan Donald Trump

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Seorang pria asal California, Cole Allen, mengajukan pembelaan tidak bersalah dalam sidang di pengadilan distrik federal ibu kota Amerika Serikat atas dakwaan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Donald Trump. Sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Senin (11/5/2026), pria berusia 31 tahun tersebut menjalani sidang dengan mengenakan pakaian tahanan oranye dan tangan terborgol.

Allen kini menghadapi empat tuntutan pidana berat menyusul insiden serangan yang terjadi pada 25 April saat makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih berlangsung di sebuah hotel pusat kota Washington. Apabila terbukti bersalah dalam persidangan, ia terancam hukuman penjara seumur hidup atas rangkaian tindakan kriminal tersebut.

Rincian dakwaan terhadap Allen mencakup upaya pembunuhan Trump, pengangkutan senjata api dan amunisi lintas negara bagian untuk tindak kejahatan, serta penggunaan senjata selama aksi kekerasan. Selain itu, jaksa juga mendakwa Allen atas tindakan penyerangan terhadap petugas federal saat peristiwa berlangsung di lokasi acara.

Dalam keterangan jaksa, Allen diidentifikasi sebagai seorang guru sekaligus insinyur berpendidikan tinggi yang menempuh perjalanan kereta api dari California menuju Washington. Ia diketahui membawa berbagai jenis senjata berbahaya yang meliputi senapan, pistol, dan sejumlah pisau dalam perjalanannya tersebut.

Laporan penegak hukum menunjukkan bahwa Allen ditangkap segera setelah ia mencoba menerobos pos pemeriksaan keamanan dengan membawa persenjataan lengkap. Meskipun seorang agen Secret Service sempat melepaskan beberapa tembakan ke arah Allen, peluru tersebut tidak mengenai tersangka yang langsung diamankan di lokasi.

Insiden ini memaksa agen Secret Service mengevakuasi Trump dari ruang acara setelah suara tembakan terdengar, meski Allen dilaporkan tidak sempat mendekati presiden atau tamu undangan lainnya. Makan malam tahunan yang biasanya dihadiri jurnalis dan pejabat tersebut dihadiri langsung oleh Trump tahun ini setelah pada periode sebelumnya ia sering memboikot acara tersebut.

Kasus ini menandai dugaan upaya pembunuhan ketiga yang menyasar Trump dalam kurun waktu kurang dari dua tahun terakhir. Sebelumnya, Trump pernah menjadi target penembakan dalam rapat umum kampanye di Butler, Pennsylvania, pada tahun 2024 yang melukai telinganya dan menewaskan seorang penonton.

Setelah peristiwa di Pennsylvania, upaya pembunuhan lainnya juga sempat digagalkan di lapangan golf West Palm Beach saat Trump sedang bermain golf. Hingga saat ini, proses hukum terhadap Cole Allen masih terus berlanjut di pengadilan federal Washington guna mendalami motif dan detail serangan di gala pers tersebut.