CT ARSA dan AIRNAV Indonesia Bangun Rumah Inspirasi di Trenggalek

Sedang Trending 1 jam yang lalu

CT ARSA Foundation bersama AIRNAV Indonesia melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Inspirasi di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Senin (11/5/2026). Fasilitas ini dibangun sebagai pusat pemberdayaan dan edukasi guna meningkatkan potensi sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Pembangunan pusat komunitas ini merupakan kolaborasi strategis untuk mengatasi keterbatasan pengetahuan dan akses ekonomi warga setempat. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, proyek ini melibatkan berbagai pihak mulai dari pimpinan yayasan hingga perangkat pemerintahan kecamatan dan desa di Bendungan.

Wilayah Desa Sumurup dipilih karena memiliki kekayaan alam sektor perkebunan yang besar namun belum terkelola secara optimal oleh masyarakat. Sebagian besar warga memiliki tingkat pendidikan sekolah dasar dan terdesak faktor ekonomi sehingga memilih bekerja kasar dengan penghasilan yang tidak menentu sejak usia dini.

Kondisi ekonomi tersebut memicu keterbatasan pilihan mata pencaharian, di mana warga banyak menjadi kuli bangunan atau buruh tambang emas ilegal. Rumah Inspirasi hadir untuk memutus rantai tersebut melalui ekosistem pembelajaran dan kesehatan yang terpadu bagi warga di kawasan pegunungan tersebut.

Selain fungsi edukasi bagi siswa PAUD hingga remaja, gedung ini akan menjadi ruang layanan kesehatan terpadu seperti posyandu. Bangunan seluas 105 meter persegi ini berdiri di atas lahan wakaf Yayasan Al Huda dan akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti perpustakaan dan alat permainan edukatif.

Tokoh penggerak masyarakat setempat memberikan respons positif terhadap inisiatif pembangunan yang menjadi cabang ke-10 dari program serupa ini. Mereka berharap fasilitas ini mampu menjadi titik awal transformasi karakter anak-anak di tengah tantangan sarana prasarana yang terbatas selama ini.

"Rumah Inspirasi CTARSA yang ke 10 ini akan menjadi ruang awal pembentukan karakter anak," kata Imam, warga yang menginisiasi PAUD Al Huda.

Imam bersama Hartini telah aktif mengelola pendidikan anak usia dini sejak 2013 dan kini berharap pada fasilitas baru tersebut. Selain sektor pendidikan, Imam juga menaruh perhatian besar pada pelestarian seni budaya lokal seperti wayang dan campursari yang membutuhkan dukungan sarana regenerasi.

Fasilitas fisik yang akan tersedia meliputi kamar mandi, sumur bor air bersih, hingga lemari dan papan tulis untuk kegiatan belajar mengajar. Program-program yang akan dijalankan nantinya diarahkan agar masyarakat mampu berkembang secara mandiri dan memberikan dampak sosial yang luas bagi warga sekitarnya.