Estimasi Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat menunjukkan angka konsensus sebesar 62.000 pekerjaan di tengah upaya pasar tenaga kerja mendapatkan kembali kekuatannya pada Jumat, 8 Mei 2026. Sebaran prediksi para analis berada dalam rentang -15.000 hingga 150.000, dengan klaster paling padat di angka 50.000-80.000.
Deviasi data aktual dari ekspektasi pasar diperkirakan akan memicu efek kejutan bagi para investor dan pelaku pasar keuangan. Faktor utama yang memengaruhi reaksi pasar selain rentang estimasi adalah distribusi prakiraan yang cenderung berkumpul pada batas atas rentang tertentu.
Data tingkat pengangguran AS juga menjadi sorotan dengan konsensus pasar berada di angka 4,3 persen yang didukung oleh 77 persen analis. Sementara itu, 13 persen analis memprediksi angka 4,4 persen dan hanya 10 persen yang memproyeksikan penurunan hingga 4,2 persen.
Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, memberikan penekanan lebih besar pada tingkat pengangguran sejak tahun lalu sebagai indikator utama. Penyesuaian fokus ini terjadi karena tingkat impas atau jumlah pekerjaan yang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas pengangguran telah menjadi target yang sulit dihitung secara akurat.
Ekonom Federal Reserve memperkirakan tingkat impas tersebut telah anjlok secara drastis seiring dengan lambatnya pertumbuhan angkatan kerja. Beberapa estimasi menunjukkan bahwa dengan pertumbuhan tenaga kerja kurang dari 10.000 orang per bulan pada awal 2026, AS mungkin hanya membutuhkan pertumbuhan lapangan kerja mendekati nol untuk menjaga pengangguran agar tidak naik.
"I feel like the consensus for the unemployment rate is off.There's a little more probability of a higher than expected number (4.4%) than a lower than expected one (4.2%). Given the recent jobs data and the pretty fast drop in continuing claims, I think like a lower than expected number is more likely." kata analis dilansir dari investinglive.com.
Tren pertumbuhan upah menunjukkan pola yang menarik di mana data Atlanta Fed Wage Growth Tracker mencatat kenaikan stabil sejak Desember 2025, khususnya bagi pekerja yang berpindah pekerjaan. Hal ini kontras dengan data Rata-rata Penghasilan Per Jam (Average Hourly Earnings) yang justru menunjukkan penurunan bertahap ke level terendah dalam siklus ini.
Kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat saat ini memberikan gambaran yang lebih dinamis menjelang rilis data resmi dalam beberapa bulan mendatang. Realitas di lapangan menunjukkan indikasi pemulihan meski terdapat perbedaan antara data pendapatan per jam dengan pelacak pertumbuhan upah yang ada.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·