Dinas SDA DKI Ungkap Penyebab Menara BTS Roboh di Setiabudi

Sedang Trending 47 menit yang lalu

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengungkap penyebab ambruknya menara BTS di Kali Cideng Atas, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, yang sempat viral di media sosial. Peristiwa tersebut dipicu oleh kondisi tanah lereng kali yang turun setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras.

Insiden yang terjadi pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB ini mengakibatkan menara BTS ambruk hingga masuk ke dalam aliran kali. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, selain menara telekomunikasi tersebut, sejumlah fasilitas lain seperti pohon, tiang lampu jalan, hingga tiang penunjuk jalan juga ikut roboh.

Ketua Subkelompok Drainase, Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Puryanto Palebangan, melalui keterangan tertulis dari pejabat Dinas SDA bernama Ika, memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian tersebut.

"Pada Sabtu, 23 Mei 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, terdapat peristiwa tiang utilitas roboh di Kali Cideng di Jl HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan," kata Ika, Pejabat Dinas SDA DKI Jakarta.

Hujan dengan intensitas tinggi dinilai menjadi faktor utama yang membuat struktur tanah di sekitar lokasi menjadi tidak stabil. Hal ini memicu terjadinya pergeseran tanah pada lereng kali hingga mengakibatkan fasilitas di atasnya ambruk.

"Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan air pori dan menurunkan daya dukung serta kestabilan lereng, sehingga memicu terjadinya longsoran pada area tersebut," jelas Ika.

Dampak dari pergerakan tanah ini langsung merusak area sekitar titik longsor secara instan. Akibatnya, material tanah menyeret infrastruktur publik dan vegetasi yang berada di dekatnya.

"Akibat kejadian longsor, material tanah mengalami pergerakan yang menyebabkan pohon dan tiang utilitas di sekitar titik longsor ikut roboh," sambung Ika.

Penanganan cepat segera dilakukan oleh petugas berwenang sesaat setelah struktur tersebut runtuh. Seluruh material yang menyumbat aliran air langsung dipindahkan agar tidak menimbulkan masalah baru.

"Adapun pada Sabtu malam setelah kejadian, petugas di lapangan mengevakuasi utilitas dan pohon yang roboh tersebut," ujar Ika.