Disdukcapil Batang Hari Alokasikan 950 Blanko Kartu Identitas Anak

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang Hari mengalokasikan 950 keping blanko Kartu Identitas Anak (KIA) di Muara Bulian pada Senin (27/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemenuhan dokumen resmi bagi penduduk usia anak yang belum wajib memiliki e-KTP.

Ketersediaan logistik tersebut diproyeksikan mampu mengamankan proses pencetakan untuk kebutuhan jangka menengah. Otoritas setempat memastikan bahwa stok ini disiapkan guna merespons tren peningkatan permintaan layanan dari warga di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Batang Hari, Reflizer, memberikan kepastian bahwa jumlah ketersediaan blanko saat ini masih sangat mencukupi untuk proses administrasi selama beberapa bulan ke depan.

"Ketersediaan blanko ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan pencetakan dalam beberapa bulan ke depan," kata Reflizer, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Batang Hari.

Sebagai bentuk langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya kekosongan stok di masa mendatang, pihak dinas terus memantau ritme permintaan masyarakat secara berkala. Disdukcapil juga berencana mengajukan penambahan volume blanko melalui skema anggaran daerah.

“Dengan ketersediaan blanko saat ini, pencetakan KIA diperkirakan dapat bertahan hingga lima bulan ke depan,” ujar Reflizer.

Untuk memperluas cakupan kepemilikan identitas, instansi ini mulai mengintegrasikan layanan dengan institusi kesehatan di tingkat kecamatan. Fokus utama dari sinergi ini adalah mempermudah pengurusan dokumen bagi penduduk yang baru lahir.

“Untuk bayi yang baru lahir, kami sudah bekerja sama dengan puskesmas agar KIA bisa langsung diproses,” kata Reflizer.

Kerja sama dengan pihak puskesmas ini diharapkan dapat menghapus kendala keterlambatan pencatatan identitas anak sejak usia dini. Disdukcapil Batang Hari juga terus mengimbau orang tua agar segera melengkapi dokumen administrasi anak demi kemudahan akses berbagai layanan publik di masa depan.