Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memprioritaskan sektor pendidikan, kesehatan, transportasi, dan penanganan banjir sebagai yang utama kendati kondisi fiskal diperkirakan masih penuh tantangan pada tahun anggaran mendatang.
"Meskipun anggarannya bisa dipastikan tidak akan sama dengan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan yang menyangkut pendidikan, kesehatan, transportasi, dan banjir tetap menjadi prioritas kita bersama," kata Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan, pengurangan dana bagi hasil (DBH) pada 2026 berpotensi berlanjut pada 2027. Di sisi lain, dinamika geopolitik global turut memberi tekanan terhadap kebutuhan belanja daerah.
“DBH kita untuk tahun 2026 memang ada pengurangan. Rasanya tahun 2027 pun tidak akan jauh berbeda,” katanya.
Namun, Suharini memastikan bahwa kegiatan yang menyangkut pendidikan, kesehatan, transportasi, dan banjir tetap menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta.
Sementara itu, Komisi C DPRD DKI Jakarta mencermati sejumlah faktor berpotensi mempengaruhi kapasitas anggaran daerah mulai dari pengurangan DBH, tantangan PAD, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga krisis energi global.
Karena itu, Komisi C meminta belanja daerah tetap fokus pada kebutuhan dasar masyarakat. Sektor pelayanan publik harus menjadi prioritas dalam penyusunan program 2027.
“Fixed cost yang sifatnya subsidi kepada masyarakat harus diprioritaskan. Termasuk untuk penanganan banjir,” kata Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ismail.
Baca juga: DBH dipangkas, tapi Pramono tetap upayakan LPDP khusus DKI terwujud
Baca juga: Rano tegaskan anggaran KJP tidak dipangkas meski APBD berkurang
Baca juga: DPRD DKI Jakarta sahkan APBD 2026 sebesar Rp81,3 Triliun
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
38 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·