Dokter: Virus penyebab cacar air tidak hilang dari tubuh

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Dr. dr Vito A. Damay, SpJP(K), menegaskan bahwa virus penyebab cacar air yakni Varicella zoster yang pernah menjangkit seseorang biasanya tetap tinggal di saraf tubuh.

“Cacar air ini ketika dia pulih, virusnya tidak hilang, virusnya tidur. Dia tidur di ujung saraf kita, letaknya persis di dekat tulang belakang kita,” kata dr. Vito dalam sesi diskusi di Jakarta, Selasa.

Ia menegaskan virus tersebut tinggal dan bersembunyi dalam saraf tubuh, ketika imunitas tubuh seseorang menurun, virus itu dapat kembali “bangun” dan menyebabkan cacar api.

“Waktu imunitasnya turun, barulah dia keluar. Maung tidak ada orang, keluar dia langsung, nah itulah yang bikin cacar api,” katanya.

Selain itu, faktor usia lanjut juga memengaruhi individu terpapar penyakit ini, kemudian komorbid seperti obesitas, penyakit jantung hingga diabetes.

Kondisi stres juga menurutnya menjadi faktor penyebab terpapar cacar api, sebab saat orang stres, imunitas bisa menurun.

Baca juga: Pasien cacar air berpotensi terkena cacar api pada masa mendatang

Cacar api, kata dia, akan dialami orang yang pernah mengalami cacar air sebelumnya, tak semuanya terjadi pada usia lanjut, individu dengan usia dewasa bisa mengalaminya saat imunitas menurun.

Adapun gejala cacar api meliputi demam, nyeri dan sakit di area tertentu atau tidak menyeluruh, terkadang ada pasien juga mengalami sakit di dada dan perut.

Rasa sakit inilah yang terkadang menipu, kerap disangka sebagai sakit biasa hingga muncul gejala yakni adanya lepuhan-lepuhan yang berisi air.

“Ketika muncul mulai ada lepuhan-lepuhan isinya air. Baru ini beda, oh iya kok begini sakit sekali” katanya.

Menurutnya, pasien kerap mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa bahkan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Adapun cacar api kerap disebut sebagai penyakit dompo, herpes.

Sementara dari sisi pencegahan, ia menyebut bahwa gaya hidup sehat menjadi hal yang sebaiknya diterapkan seperti olahraga, dan mencegah obesitas.

Ia juga menyarankan bagi keluarga pasien cacar api agar tidak menyentuh secara langsung lepuhan-lepuhan yang berisi cairan untuk mencegah penularan.

Selain itu, bila hendak mencuci pakaian pasien sebaiknya mengenakan sarung tangan dan mencucinya dengan air panas serta detergen agar virus mati.

Baca juga: IDAI anjurkan orang tua tetap mandikan anak saat terkena cacar air

Baca juga: Kenali 7 obat tradisional untuk obati cacar air

Baca juga: Dokter sebut cacar api bisa sebabkan nyeri saraf jangka panjang

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.