Operasional bus Transjakarta yang melayani rute darurat di wilayah Bekasi kembali berjalan normal setelah sempat mengalami kendala penghadangan oleh sekelompok orang pada Selasa (28/4/2026). Layanan tambahan ini dikerahkan untuk memobilisasi penumpang yang terdampak gangguan perjalanan KRL akibat kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL.
Dilansir dari Detikcom, insiden penghadangan tersebut sempat terekam dan beredar di media sosial X. Unggahan foto menunjukkan armada bus terhenti di tengah jalan dalam situasi yang memanas saat mencoba melintasi lokasi gangguan perjalanan kereta api untuk mengangkut para penumpang terdampak.
Pihak manajemen Transjakarta segera memberikan tanggapan terkait hambatan operasional yang dialami oleh jajaran kru di lapangan tersebut. Penegasan mengenai pemulihan layanan segera disampaikan guna memberikan kepastian bagi masyarakat yang masih membutuhkan transportasi alternatif.
"Mohon maaf atas perjalanan yang sempat mengalami kendala. Saat ini layanan sudah kembali beroperasi normal melayani pelanggan," kata Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta.
Pihak pengelola moda transportasi bus ini juga mengapresiasi kerja sama dari berbagai instansi dan elemen masyarakat dalam membantu proses pemulihan jalur. Dukungan tersebut dinilai krusial dalam menjaga kelancaran layanan di tengah situasi darurat pasca-kecelakaan.
"Transjakarta berterima kasih atas dukungan seluruh pihak," ujar Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta.
Pengerahan armada bus bantuan ini merupakan respons cepat atas kecelakaan maut yang dipicu oleh sebuah taksi Green SM yang mogok di tengah rel dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Taksi tersebut tertemper KRL arah Jakarta, yang kemudian menyebabkan rangkaian kereta terhenti total di lintasan.
Kondisi semakin parah saat KRL lain dari arah Jakarta menuju Cikarang tertahan di Stasiun Bekasi Timur akibat kecelakaan pertama. Rangkaian KRL yang sedang berhenti tersebut kemudian ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta, menyebabkan kerusakan parah dan jatuhnya korban jiwa.
Proses identifikasi terhadap para korban terus dilakukan oleh tim medis di beberapa fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan Jakarta. Hingga saat ini, tercatat ada 15 jenazah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL yang telah berhasil diidentifikasi, dengan rincian 10 jenazah berada di RS Polri Kramat Jati.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·