Rumah Sakit Polri Kramat Jati telah berhasil mengidentifikasi 10 jenazah korban kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Tim medis mengungkapkan bahwa kondisi fisik para korban menunjukkan tanda-tanda trauma berat akibat benturan keras.
Kecelakaan ini dipicu oleh tabrakan beruntun yang bermula saat sebuah taksi tertemper KRL di perlintasan dekat stasiun, sehingga menyebabkan KRL tertahan di jalur. Dilansir dari Detikcom, KA Argo Bromo Anggrek yang datang kemudian menabrak bagian belakang KRL tersebut hingga mengakibatkan total 15 orang meninggal dunia.
Kadokpol Pusdokes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan memberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan medis terhadap sepuluh jenazah yang dibawa ke RS Polri. Beliau menekankan bahwa pola cedera yang ditemukan pada tubuh korban bersifat menyeluruh.
"Jadi, dalam pemeriksaan kami, hampir rata-rata pelaksanaan pemeriksaan yang tadi, tipikalnya adalah yang kami sebut sebagai multiple trauma," kata Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan, Kadokpol Pusdokes Polri.
Tim dokter menemukan adanya luka dominan pada bagian vital seperti kepala dan dada, serta beberapa kasus patah tulang ekstremitas. Nyoman menambahkan rincian lebih lanjut mengenai distribusi luka-luka yang dialami para korban tersebut dalam keterangannya kepada media.
"Jadi ada patah tulang di berbagai bagian tubuh, kemudian ada yang dominan di kepala, di dada, dan seterusnya, bahkan di anggota tubuh yang lain," katanya.
Pihak kepolisian telah merilis data resmi mengenai identitas para korban yang identitasnya telah diverifikasi secara medis. Berikut adalah daftar 10 korban yang diidentifikasi di RS Polri:
| 1 | Tutik Anitasari | P/31 |
| 2 | Nur Alimantun Citra Lestari | P/19 |
| 3 | Vica Acnia Fratiwi | P/23 |
| 4 | Gita Septia Wardany | P/20 |
| 5 | Fatmawati Rahmayani | P/29 |
| 6 | Arinjani Novita Sari | P/25 |
| 7 | Nur Ainia Eka Rahmadhyna | P/32 |
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·