Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa konflik bersenjata antara negaranya dengan Iran hampir berakhir setelah kekalahan militer Teheran pada Rabu (15/4/2026). Trump menegaskan bahwa otoritas Iran saat ini menunjukkan keinginan kuat untuk menyepakati perdamaian melalui jalur diplomatik.
Donald Trump mengeklaim bahwa kekuatan militer Iran telah ditaklukkan sepenuhnya oleh pasukan Amerika Serikat. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, ia menilai Teheran membutuhkan waktu sedikitnya dua dekade untuk melakukan pembangunan kembali pasca-konflik tersebut.
"Kita telah mengalahkan mereka secara militer, sepenuhnya. Saya pikir ini hampir berakhir, saya melihatnya hampir berakhir," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Meskipun negosiasi damai pada akhir pekan sebelumnya belum membuahkan hasil, pasar global mulai menunjukkan optimisme terhadap solusi diplomatik. Trump meyakini lonjakan harga minyak akibat gangguan pasokan akan segera mereda seiring dengan potensi berakhirnya peperangan.
Gedung Putih melaporkan bahwa putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran sedang dalam tahap pembahasan intensif. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya AS untuk mencegah pengembangan senjata nuklir di wilayah Iran.
Presiden AS juga memproyeksikan adanya lonjakan signifikan pada pasar saham jika kesepakatan damai benar-benar tercapai. Kepada New York Post, Trump menyebutkan bahwa pertemuan lanjutan antara kedua belah pihak direncanakan berlangsung di Islamabad, Pakistan, dalam dua hari mendatang.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·