Donald Trump Klaim Perang Amerika Serikat&Iran Segera Berakhir

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa peperangan antara negaranya dengan Iran hampir berakhir di tengah upaya negosiasi kesepakatan damai pada Rabu (15/4/2026). Pernyataan ini muncul saat pasar global mulai menunjukkan optimisme terhadap solusi diplomatik meskipun pembicaraan damai sempat menemui jalan buntu akhir pekan lalu.

"Kami telah mengalahkan mereka secara militer, sepenuhnya. Saya pikir ini hampir berakhir, saya melihatnya sudah sangat dekat dengan penyelesaian," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat dalam wawancara dengan Fox Business Network yang disiarkan pada Rabu.

Donald Trump menambahkan bahwa otoritas di Teheran sangat berkeinginan untuk mencapai kesepakatan damai karena dampak kerusakan infrastruktur yang masif. Ia memprediksi bahwa jika militer AS ditarik sekarang, Iran akan membutuhkan waktu hingga 20 tahun untuk membangun kembali negaranya.

Laporan dari Associated Press yang mengutip pejabat regional menyebutkan adanya kesepakatan prinsip untuk memperpanjang gencatan senjata selama dua minggu guna memberi ruang bagi diplomasi lebih lanjut. Namun, seorang pejabat senior AS menyatakan kepada CNBC bahwa Washington belum secara formal menyetujui perpanjangan tersebut.

Upaya komunikasi antara Washington dan Teheran dilaporkan masih terus berlanjut guna mencapai kesepakatan permanen. Berbagai sumber media menyebutkan bahwa perundingan babak kedua sedang didiskusikan dan kemungkinan akan dilakukan di Islamabad dalam beberapa hari mendatang sebelum masa gencatan senjata habis.

Di sisi lain, militer Amerika Serikat melalui Komando Pusat (CENTCOM) melaporkan bahwa blokade total di Selat Hormuz telah diimplementasikan sepenuhnya sejak Selasa malam. Jalur maritim vital tersebut kini tertutup rapat bagi kapal yang ingin masuk atau keluar dari pelabuhan Iran, sehingga memutus jalur perdagangan laut internasional Teheran.

Terkait gejolak ekonomi, Donald Trump mengecilkan dampak turbulensi pasar global akibat perang dan memprediksi harga minyak dunia akan segera turun. Ia menegaskan bahwa operasi militer ini dilakukan untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir, sembari memprediksi bursa saham akan melonjak setelah konflik resmi dinyatakan berakhir.