Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan peringatan keras kepada pemerintah Iran agar segera mengambil keputusan bijak terkait kesepakatan nuklir pada Rabu, 29 April 2026. Hal ini disampaikan di tengah kebuntuan upaya perdamaian yang dimediasi oleh Pakistan untuk mengakhiri konflik bersenjata.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, ketegangan ini memuncak setelah perundingan damai di Islamabad pada pertengahan April berakhir tanpa kesepakatan. Trump menilai kepemimpinan di Teheran saat ini tidak mampu mengelola situasi internal maupun diplomatik mereka sendiri.
"Iran tidak dapat mengatur diri mereka sendiri. Mereka tidak tahu bagaimana menandatangani kesepakatan non-nuklir. Mereka sebaiknya segera bertindak cerdas!" kata Trump, Presiden Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut diunggah melalui platform Truth Social dengan lampiran gambar kecerdasan buatan yang menampilkan dirinya dalam suasana perang. Trump juga mengklaim telah menerima informasi mengenai kondisi internal Iran yang sedang mengalami krisis hebat.
"Iran baru saja memberi tahu kita bahwa mereka berada dalam 'keadaan kolaps'. Mereka ingin kita 'Membuka Selat Hormuz' sesegera mungkin, karena mereka berusaha menyelesaikan situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini dapat mereka lakukan!)" tulis Trump, Presiden Amerika Serikat.
Hingga saat ini, pejabat di Teheran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai klaim komunikasi tersebut. Situasi di kawasan masih mencekam setelah serangan militer skala besar yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu yang memicu balasan rudal dari pihak Iran.
Meskipun gencatan senjata sementara telah diperpanjang secara sepihak oleh Washington, Trump mengisyaratkan penolakan terhadap proposal terbaru dari Iran pada Senin, 27 April 2026. Iran sebelumnya mengajukan pembukaan Selat Hormuz dengan imbalan pencabutan blokade laut, namun tetap menunda pembahasan inti mengenai program nuklir mereka.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·