Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menolak respons Iran atas proposal perdamaian guna mengakhiri konflik di Timur Tengah pada Senin (11/5/2026). Penolakan tersebut dilakukan setelah Teheran mengirimkan tanggapan tertulis yang dinilai tidak memenuhi standar kesepakatan yang diinginkan Washington.
Langkah diplomasi ini dilansir dari Detikcom, di mana Trump mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap sikap pemerintah Iran. Meskipun demikian, rincian mengenai poin-poin yang menjadi keberatan pihak Amerika Serikat tidak dijabarkan secara mendetail dalam pernyataan tersebut.
"Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut 'Perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak dapat diterima!" kata Trump, Presiden Amerika Serikat.
Sebelum keputusan penolakan ini keluar, Teheran sempat memberikan peringatan keras bersamaan dengan pengiriman draf tersebut. Iran menegaskan kesiapan mereka untuk membalas setiap serangan baru dari militer Amerika Serikat serta mengancam akan memperketat akses kapal perang asing di Selat Hormuz.
Kondisi di lapangan semakin rumit mengingat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras melanjutkan operasi militer. Netanyahu menegaskan bahwa peperangan yang melibatkan pasukan Israel dan AS sejak akhir Februari lalu hanya akan berhenti jika fasilitas nuklir Iran dibongkar sepenuhnya.
"Kami tidak akan pernah tunduk kepada musuh, dan jika ada pembicaraan tentang dialog atau negosiasi, itu tidak berarti menyerah atau mundur," kata Pezeshkian, Presiden Iran.
Pernyataan pemimpin Iran tersebut muncul di tengah laporan bahwa draf yang mereka kirimkan melalui mediator Pakistan mencakup penghentian perang di seluruh lini. Fokus utama Teheran meliputi wilayah Lebanon serta jaminan keamanan pelayaran di kawasan Teluk.
Di sisi lain, proposal awal yang diajukan oleh Amerika Serikat dikabarkan lebih menitikberatkan pada perpanjangan masa gencatan senjata. Hal ini dimaksudkan untuk membuka ruang bagi diskusi lebih lanjut mengenai penyelesaian akhir konflik dan pengawasan terhadap program nuklir Iran yang menjadi sengketa internasional.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·