Sopir Taksi Listrik Selamat dari Tabrakan Kereta Lewat Jendela

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Sopir taksi listrik Green SM berinisial RRP berhasil menyelamatkan diri melalui jendela saat kendaraannya mogok di perlintasan sebidang jalur kereta api Ampera, Bekasi Timur, pada Senin (27/4). Penyelamatan diri dilakukan sesaat sebelum mobil tersebut terlibat kecelakaan dengan kereta api yang melintas.

Polda Metro Jaya mengungkapkan kronologi penyelamatan diri tersebut berdasarkan pemeriksaan terhadap pengemudi. Dilansir dari Medcom, insiden ini bermula ketika mesin mobil tiba-laki mati saat berada tepat di tengah rel kereta api.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memberikan penjelasan mengenai kendala teknis yang dialami sopir saat mencoba keluar dari kendaraan. Sistem penguncian pintu diketahui tidak berfungsi saat mesin mobil dalam kondisi mati.

"Pada saat sopir ingin keluar membuka pintu, tetapi tidak bisa. Transmisi berpindah ke parkir," kata Budi, Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Setelah gagal membuka pintu, pengemudi berusaha menonaktifkan seluruh sistem kendaraan untuk memulihkan fungsi kontrol manual. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil hingga kaca jendela mobil dapat diturunkan.

"Sehingga sopir bisa keluar selamat dari kendaraan itu dibantu oleh warga sekitar melalui jendela mobil bagian sopir," kata Budi.

Pihak kepolisian kini tengah mendalami alasan teknis di balik berhentinya kendaraan secara mendadak di area perlintasan kereta api. Investigasi melibatkan tim ahli untuk memastikan apakah ada gangguan eksternal yang memengaruhi komponen elektronik mobil listrik tersebut.

"Ini masih didalami. Apakah ini dampak pengaruh dari medan magnet, medan listrik terhadap kendaraan mobil taksi online. Ini masih didalami oleh Puslabfor, begitu juga masih didalami oleh KNKT secara paralel," lanjut Budi.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil investigasi resmi secara menyeluruh. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih bekerja untuk mengumpulkan bukti di lapangan.

Fakta lain yang ditemukan penyidik menunjukkan bahwa RRP merupakan tenaga kerja baru di perusahaan taksi online tersebut. Ia baru memulai pekerjaannya sebagai sopir taksi listrik hanya beberapa hari sebelum kecelakaan terjadi.

“Dari hasil keterangan driver atau pun sopir taksi online yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” kata Budi.

Selain masa kerja yang singkat, RRP mengaku hanya menerima pembekalan teknis yang sangat terbatas dari pihak pengelola. Pelatihan tersebut hanya mencakup operasional standar tanpa simulasi penanganan kondisi darurat yang mendalam.

"Jadi terkait tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari. Nah, bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sein, parkir dan lain-lain. Ini terjadi, ini masih didalami oleh teman-teman penyidik,” kata Budi.