Donald Trump Unggah Gambar AI Pelukan dengan Yesus Usai Tuai Kritik

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah gambar rekayasa kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya sedang dipeluk oleh Yesus melalui akun Truth Social pada Rabu (15/4/2026). Langkah ini dilakukan setelah adanya gelombang kritik dari kelompok Kristen kanan dan perselisihan terbuka dengan Paus Leo terkait kebijakan luar negeri AS.

Gambar terbaru tersebut memperlihatkan Trump di depan mikrofon dengan lengan Yesus melingkar di bahunya serta latar belakang bendera Amerika. Trump menyebut bahwa kelompok kiri radikal mungkin tidak menyukainya, namun ia menganggap gambar tersebut sangat bagus.

Unggahan ini muncul sehari setelah Trump menghapus foto AI lain yang menggambarkan dirinya sebagai sosok Yesus, yang kemudian diklaimnya sebagai penyamaran sebagai dokter. Ketua DPR Mike Johnson mengaku telah meminta presiden untuk menghapus gambar sebelumnya demi menghindari kebingungan di kalangan pendukung.

"Orang-orang bingung," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat dalam wawancara dengan CBS News pada Senin (13/4/2026). Ia berdalih gambar tersebut bermaksud menunjukkan dirinya seperti seorang dokter yang sedang menyembuhkan orang-orang.

Di sisi lain, Trump juga menyerang Paus Leo, paus pertama kelahiran AS, dengan menyebutnya lemah dalam menangani kejahatan dan kebijakan luar negeri. Ketegangan ini dipicu oleh kritik vokal Paus Leo terhadap keterlibatan militer AS dalam perang di Iran yang kini memasuki minggu ketujuh.

Paus Leo sebelumnya menyatakan bahwa delusi kemahakuasaan telah memicu perang tersebut dan menyerukan penghentian pemujaan terhadap kekuasaan. Trump membalas dengan mengeklaim bahwa gereja memilih Leo hanya karena ia orang Amerika agar bisa menghadapi dirinya di Gedung Putih.

Menanggapi serangan tersebut, Paus Leo menyatakan saat memulai perjalanan ke Afrika pada Senin bahwa dirinya tidak takut terhadap pemerintahan Trump. Ia menegaskan akan terus berbicara menentang peperangan dan mempromosikan dialog antarnegara untuk menemukan solusi perdamaian.