Duduk Perkara Pengepungan Rumah Ahmad Bahar oleh GRIB Jaya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

SEJUMLAH anggota organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Bersatu Jaya (GRIB Jaya) diduga melakukan pengepungan rumah seorang penulis, Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Ahad siang, 17 Mei 2026. Dalam peristiwa itu, anak Ahmad Bahar, dibawa oleh rombongan GRIB Jaya lantaran gagal menemui ayahnya. 

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Metropolitan Depok atau Polres Metro Depok Ajun Komisaris Made Budi mengatakan warga telah melaporkan peristiwa itu ke polisi. “Benar, pada hari itu kami melaksanakan pengecekan pengaduan warga lewat 110 di mana rumah Bapak Ahmad Bahar didatangi Pak Hercules, Ketua Umum GRIB Jaya,” ujar Made dalam keterangannya pada Selasa, 19 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Made menuturkan kedatangan rombongan Rosario de Marshall alias Hercules itu disebabkan adanya video milik Ahmad Bahar yang merugikan Hercules. Namun, Ahmad Bahar mengklaim saat itu handphone-nya diretas oleh orang tak dikenal.

Setelah adanya laporan itu, polisi pun melakukan penyelidikan. Anak Ahmad Bahar yang berinisial I itu telah dipulangkan pada Senin dini hari, 18 Mei 2026. Made memastikan perempuan itu dalam kondisi aman. “Semalam sudah dibuat surat kesepakatan pernyataan bersama untuk berdamai di Polres Metro Depok," kata dia.

Di sisi lain, GRIB Jaya membantah telah melakukan pengepungan di rumah Ahmad Bahar. Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, mengatakan beberapa anggotanya datang untuk meminta klarifikasi atas pernyataannya kepada Hercules.

"Kedatangan perwakilan kami murni dilakukan secara persuasif untuk melakukan klarifikasi atas konten video pelaku yang secara terbuka melempar tantangan, fitnah, dan narasi ofensif yang merendahkan martabat ketua umum kami, Bapak Hercules Rosario Marshal," ujar Marcel melalui keterangan pers seperti dikutip Selasa.

Marcel mengatakan, tim kala itu hendak melakukan klarifikasi di rumah Ahmad Bahar, namun karena yang bersangkutan tidak ada, maka Ahmad Bahar diminta hadir ke kantor DPP GRIB Jaya untuk meluruskan narasinya secara langsung di hadapan Hercules. "Proses klarifikasi berjalan kondusif dan terekam jelas dalam bukti video," katanya. 

Marcel juga membantah pihaknya menyandera putri Ahmad Bahar. Ia malah menyebut putri Ahmad Bahar yang datang ke kantor DPP Grib Jaya sebagai utusan sang ayah. “Ia mengutus putrinya untuk datang, dan sang anak mengaku kehilangan kontak, tidak bisa menghubungi keberadaan ayahnya saat berada di kantor kami," kata Marcel. 

Marcel pun mengaku, saat mendatangi rumah Ahmad Bahar, pihaknya sudah melakukan proses koordinasi, dan seluruhnya dikawal serta didampingi oleh Ketua RW setempat. "Bahkan terdapat aparat kepolisian sebagai representasi aparat lingkungan dan menghormati hukum," kata Marcel. 

Sehari setelah kejadian itu, Ahmad Bahar menggelar konferensi pers bersama Lembaga Bantuan Hukum AP Muhammadiyah. Dalam konferensi pers itu, Ahmad Bahar menyatakan akan menempuh jalur hukum atas intimidasi yang dialami anaknya selama dibawa menemui Hercules. Dia mengklaim anak perempuannya mendapat kekerasan verbal.

Ahmad menyebut meski sempat berdamai soal kasus video yang dikirim peretas handphone-nya kepada Hercules, tetapi kasus penyanderaan anaknya merupakan persoalan lain. Sebab, menurutnya, anaknya mengalami trauma atas peristiwa itu.

“Jadi, kalau untuk urusan dengan saya ibaratnya kan perdamaian itu tidak terkait dengan anak saya ini,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta Pusat, pada Selasa.

Ade Ridwan Yandwiputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini.