Ed Sheeran hengkang dari Warner Music setelah 15 tahun

Sedang Trending 40 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) -

Penyanyi Ed Sheeran resmi meninggalkan label rekaman Warner Music Group setelah bekerja sama selama 15 tahun.

Variety pada Jumat (22/5) melaporkan kabar tersebut diumumkan Sheeran melalui surat terbuka kepada penggemar dalam newsletter pribadinya. Warner Music kemudian mengonfirmasi kabar tersebut kepada media di Inggris Raya Music Week.

Sheeran menegaskan keputusannya keluar bukan karena konflik dengan label rekaman, melainkan karena merasa membutuhkan perubahan dalam perjalanan profesionalnya.

“Ini bukan situasi artis yang pergi karena kecewa terhadap label. Saya hanya merasa perlu perubahan dalam cara menjalani kehidupan profesional,” kata Ed Sheeran.

Baca juga: Ed Sheeran akui sempat terdiagnosis penyakit herpes

Dalam pesannya kepada penggemar, Sheeran mengatakan dia merasa telah berubah dari remaja yang tampil di pub kecil menjadi bintang pop stadion dunia, sesuatu yang menurutnya luar biasa, tetapi, juga berat untuk dipahami.

Dia pertama kali bergabung dengan grup tersebut melalui label Asylum Records, anak perusahaan Warner di Inggris Raya, saat masih berusia 18 tahun.

Dia mengenang pertemuannya dengan Ed Howard dari Asylum Records setelah tampil di sebuah pertunjukan kecil di Notting Hill, London. Menurut Sheeran, Howard dan tim Asylum tetap datang ke berbagai pertunjukan kecilnya di pub meski hanya sedikit penonton yang hadir.

Karena dukungan tersebut, dia memutuskan langsung menandatangani kontrak saat mendapat tawaran kerja sama dari label itu.

Selama 15 tahun bersama Warner, Sheeran merilis delapan album studio dan menjadi salah satu artis paling sukses di industri musik global.

Sejak debut album "+" pada 2011, Sheeran diperkirakan telah menjual lebih dari 200 juta album di seluruh dunia.

Lagunya "Shape of You" juga menjadi salah satu lagu paling banyak diputar di Spotify dengan hampir lima miliar streaming.

Album "÷ "atau “Divide” yang dirilis pada 2017 menjadi salah satu album tersukses pada era streaming dengan hampir 40 juta unit ekuivalen album.

Meskipun demikian, beberapa rilisan terbaru Sheeran tercatat tidak sekomersial karya-karya sebelumnya. Album terbarunya "Play" hanya mencapai posisi lima tangga album di Amerika Serikat.

Warner menyatakan katalog musik Sheeran yang lama tetap berada dalam kerja sama bersama perusahaan tersebut. Sementara itu, hak distribusi untuk karya-karya terbaru Sheeran berada di bawah label miliknya sendiri Gingerbread Man Records.

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait rumor kepindahan Sheeran ke Universal Music Group.

Baca juga: Ed Sheeran dan daftar artis pengisi album musik film F1 diumumkan

Baca juga: Rumah Rihanna dan A$AP Rocky diwartakan jadi sasaran penembakan

Baca juga: Noel Gallagher tanggapi soal Oasis akan isi lagu tema film James Bond

Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.