Ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh sebesar 5,36 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal I 2026 yang didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tetap solid pada Senin (13/4/2026). Angka pertumbuhan tersebut dirilis melalui laporan riset BRI Danareksa Sekuritas sebagaimana dilansir dari Money.
Daya tahan ekonomi domestik menjadi penopang utama pertumbuhan sepanjang Januari hingga Maret 2026. Hal ini tercermin dari aktivitas ritel yang stabil dan sentimen positif konsumen yang menjaga daya beli masyarakat tetap kuat di tengah tekanan global.
Laporan riset tersebut mencatat bahwa potensi angka Produk Domestik Bruto (PDB) yang baik memberikan optimisme bagi perekonomian nasional. Aktivitas ekonomi secara keseluruhan terus didukung oleh sentimen konsumen yang sehat, terutama hingga periode Februari 2026.
Indikator ekonomi lainnya seperti Purchasing Managers Index (PMI) juga menunjukkan perbaikan investasi karena berada di zona ekspansif. Selain itu, belanja pemerintah yang lebih merata sejak awal tahun turut memperkuat struktur pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan data Maret 2026, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat berada pada level 122,9 poin. Posisi ini menunjukkan masyarakat masih dalam zona optimistis dan lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata kepercayaan pada kuartal pertama tahun 2025.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan proyeksi yang lebih optimistis dengan target pertumbuhan mencapai 5,5 hingga 6 persen. Penegasan tersebut didasarkan pada indikator utama seperti rasio utang dan defisit anggaran yang masih berada dalam batas aman.
"Kalau kita lihat dari rasio utang PDB, kita aman. Kita lihat dari defisit ke PDB, kita aman. Pertumbuhan, kita aman. Bahkan kita tertinggi kan di G20," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Pemerintah juga telah menyiapkan skenario mitigasi terhadap risiko kenaikan harga energi global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Meskipun harga minyak diperkirakan bisa menyentuh 92 dolar AS per barel, pemerintah belum berencana mengubah asumsi APBN 2026.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·