Perusahaan kilang minyak asal Jepang, Eneos Holdings Inc., secara resmi mengakuisisi sejumlah aset kilang dan ritel milik Chevron Corp. di kawasan Asia Pasifik. Nilai akuisisi raksasa tersebut mencapai US$2,17 miliar atau setara dengan Rp38,45 triliun.
Aset yang diambil alih mencakup 50% kepemilikan Chevron pada kilang minyak di Singapura. Selain itu, transaksi ini juga melibatkan aset-aset lain yang tersebar di Malaysia, Filipina, Australia, dan Indonesia, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.
Eneos sendiri memegang posisi sebagai perusahaan pengilang minyak terbesar di Jepang. Korporasi ini mengoperasikan kilang minyak mentah dan menguasai jaringan ritel bahan bakar di seluruh negeri.
Di pasar Indonesia, Chevron masih menjalankan bisnis pelumas (lubricant), gemuk (grease), dan cairan pendingin (coolant) dengan merek Caltex. Operasional bisnis hilir ini berjalan melalui anak usahanya, PT Chevron Oil Products Indonesia.
PT Chevron Oil Products Indonesia menyasar pasar yang luas. Perusahaan ini tidak hanya melayani konsumen umum, tetapi juga merambah sektor komersial, industri, hingga kelautan.
Melalui unit bisnis perdagangannya di Singapura, Chevron juga aktif memasarkan minyak mentah, bahan baku lain, produk hasil olahan minyak bumi, hingga aspal. Aktivitas perdagangan ini dijalankan bersama PT Pertamina (Persero) dan beberapa importir lainnya.
Rekam Jejak Hulu Migas dan Proyek IDD
Chevron mencatatkan sejarah panjang di sektor hulu migas Indonesia melalui PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Perusahaan asal Amerika Serikat ini menjadi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di Blok Rokan sejak tahun 1971, sebelum operasionalnya beralih ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) pada 9 Agustus 2021.
Di sisi lain, Chevron sempat memengaruhi jalannya Proyek Strategis Nasional (PSN) hulu migas, yakni Indonesia Deepwater Development (IDD). Proyek yang sempat terkatung-katung selama hampir 10 tahun ini awalnya dikelola bersama perusahaan migas Italia, Eni SpA.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sempat memberikan tenggat waktu hingga Juli 2023 bagi kedua perusahaan untuk memberikan kepastian hak kelola. Proyek IDD ini terhambat setelah Chevron memutuskan hengkang dan melepas 63% hak partisipasinya karena dinilai tidak mampu bersaing dalam portofolio global mereka. Setelah itu, Eni menawarkan diri untuk mengambil alih hak partisipasi yang ditinggalkan Chevron.
Investasi Karbon dan Kerja Sama Panas Bumi
Mulai tahun 2023, Chevron mengalihkan fokus untuk mengincar peluang investasi penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS) di Indonesia. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi kinerja sektor hulu migas dalam jangka panjang.
"Seringkali banyak yang bertanya apakah perusahaan minyak kami akan menjadi bagian dari solusi iklim. Banyak orang merasa kami melakukan greenwashing, tetapi kami mencoba mengeluarkan narasi kami dan menjelaskan apa yang kami lakukan di bidang ini. Kami berinvestasi dalam cara kami dan mencoba mengembangkan bisnis ini," ujar General Manager CCUS Solutions Chevron New Energies International Pte Ltd Chris Stavinoha.
Chevron juga telah menandatangani Joint Study Agreement (JSA) dengan Pertamina pada Maret 2023 untuk mengkaji kelayakan CCS/CCUS di Kalimantan Timur. Kerja sama serupa dilakukan bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) pada Juli 2024 terkait studi CCS untuk dekarbonisasi di kawasan industri PT Pupuk Kalimantan Timur.
Pada sektor energi terbarukan, Chevron bermitra dengan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) dan Mubadala Energy membentuk usaha patungan bernama Cahaya Anagata Energy (CAE) untuk mengelola wilayah kerja panas bumi (WKP) Kotamobagu di Sulawesi Utara. PGEO memegang 40% saham PT CAE, sedangkan Chevron menguasai 60% sisanya.
Sebelumnya, Chevron juga sempat mengelola PLTP Gunung Salak berkapasitas 370 megawatt (MW) dan PLTP Darajat berkapasitas 240 MW di Jawa Barat. Namun, pada tahun 2017, aset panas bumi tersebut telah diakuisisi oleh konsorsium Star Energy milik Prajogo Pangestu senilai US$2,3 billion.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·