Manajemen FedEx masih mengevaluasi kebijakan tarif layanan logistik di tengah lonjakan harga bahan bakar pesawat atau avtur yang signifikan di Indonesia pada Senin malam (13/4/2026). Perusahaan penyedia jasa pengiriman global ini memilih untuk memantau data operasional sebelum memutuskan penyesuaian biaya kepada konsumen.
Data dari Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan harga avtur domestik melambung dari Rp 13.656,51 per liter pada Maret 2026 menjadi Rp 23.551,08 per liter pada April 2026. Berdasarkan laporan Money, angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 72,45 persen dalam kurun waktu satu bulan.
Kenaikan harga bahan bakar di pasar internasional juga tercatat mengalami tren serupa, yakni naik sebesar 80,32 persen. Harga avtur dunia meningkat dari 0,742 dollar AS per liter menjadi 1,338 dollar AS per liter atau setara dengan Rp 22.900 per liter.
Senior Manager Operations FedEx, Ida Ayu Eka Restini, menjelaskan bahwa kepemilikan armada pesawat secara mandiri menjadi strategi perusahaan dalam mengendalikan biaya operasional. Hal ini memungkinkan manajemen untuk memproyeksikan dampak finansial dengan lebih terukur di tengah fluktuasi harga energi.
"Kami punya pesawat sendiri, jadi dari sisi cost bisa lebih dikontrol. Kami juga bisa lebih memperkirakan ke depan seperti apa dampaknya," ujar Ida Ayu Eka Restini, Senior Manager Operations FedEx.
Hingga saat ini, FedEx menegaskan belum ada perubahan tarif resmi yang diberlakukan bagi para pengguna jasa. Penegasan ini disampaikan sebagai respons terhadap tekanan inflasi di sektor energi yang mulai dirasakan oleh industri logistik nasional dan global.
Pihak manajemen berjanji akan memberikan informasi secara transparan kepada pelanggan apabila hasil evaluasi internal mengharuskan adanya penyesuaian biaya di masa mendatang. Pengumpulan data biaya logistik masih terus berlangsung untuk menentukan stabilitas harga layanan.
Jika dibandingkan dengan data tahun 2019, harga avtur domestik saat ini telah mengalami lonjakan yang sangat ekstrem. Harga avtur pada tahun tersebut tercatat hanya sebesar Rp 7.970 per liter, yang berarti telah terjadi kenaikan hingga 295 persen hingga April 2026.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·