Forensik: Ada bekas mirip kuku di leher, Kacab bank diduga dicekik

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Ahli Forensik dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Astri Astri Megaratri Pralepda mengungkapkan, ada temuan luka khas pada leher seorang kepala cabang (kacab) bank di Jakarta berinisial MIP (37) yang dinilai cocok dengan tindakan pencekikan.

"Dari gambaran luka-luka yang ada di kulit leher itu cocok dengan perbuatannya, cocok dengan perbuatan mencekik," kata Astri dalam sidang pemeriksaan saksi tambahan kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap seorang kepala cabang (kacab) bank di Jakarta berinisial MIP (37) di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Senin.

Luka pada leher korban ditemukan saat pemeriksaan luar dan diperkuat melalui hasil otopsi. Menurut Astri, terdapat luka lecet berbentuk garis melengkung menyerupai bekas kuku di area leher korban.

Dia menjelaskan, tekanan di bagian leher menyebabkan pembuluh darah besar yang mengalirkan oksigen dari jantung ke otak menjadi terhambat.

Kondisi tersebut membuat korban mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen yang berujung pada mati lemas. Selain luka luar, hasil bedah jenazah menunjukkan adanya resapan darah yang luas pada otot-otot leher bagian dalam.

"Resapan darah di lehernya sangat dahsyat," ucap Astri.

Meski demikian, Astri menyebut dirinya tidak dapat memastikan alat yang digunakan untuk menekan leher korban. Sebab, pola luka tertentu bisa disebabkan berbagai benda atau cara.

Namun demikian, dia menyebut pola luka yang ditemukan lebih mengarah pada tindakan cekikan menggunakan tangan.

Selain di leher, korban juga mengalami luka di wajah dan pipi. Astri mengaku menemukan jejak garis pada pipi kanan korban yang diduga menyerupai bekas lakban.

Menurut dia, apabila garis tersebut diteruskan maka posisinya dapat menutup area mulut dan hidung korban.

"Apabila itu dilakukan bersamaan dengan proses penekanan di leher maka akan mempercepat kematian," ucap Astri.

Dalam sidang itu, Astri juga menerangkan korban mengalami banyak luka akibat kekerasan tumpul di bagian kepala dan dada. Pada bagian dada ditemukan patah tulang iga serta memar paru yang memperburuk kondisi korban.

Meski luka di dada dan kepala dinilai mempercepat kematian, Astri menegaskan penyebab dominan kematian tetap berasal dari kekerasan pada leher.

"Karena di leher itu jalan oksigen menuju otak," ucap Astri.

Keterangan ahli forensik tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam persidangan untuk mengungkap mekanisme kematian MIP.

Adapun para terdakwa dalam kasus ini yakni Serka MN (terdakwa 1), Kopda FH (terdakwa 2), dan Serka FY (terdakwa 3) didakwa terlibat dalam rangkaian penculikan disertai pembunuhan MIP.

Sebelumnya, seorang kepala kantor cabang (kacab) Pembantu sebuah bank di Jakarta berinisial MIP diduga menjadi korban penculikan dan pembunuhan di salah satu pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur, pada 20 Agustus 2025.

Jenazah ditemukan di Kampung Karangsambung, RT 8/RW 4, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sekitar pukul 05.30 WIB, pada 21 Agustus 2025.

Seorang warga di area persawahan itu pertama kali menemukan jenazah dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Sedangkan mata terlilit lakban. Jenazah langsung dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi sebagai rangkaian dari penyelidikan.

Baca juga: Ahli forensik ungkap tanda kekerasan di seluruh tubuh kacab bank

Baca juga: Oditur siapkan tiga saksi baru ungkap fakta kematian kacab bank

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.