Wilayah Bima di Nusa Tenggara Barat diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,2 pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 17.28.50 WIB akibat aktivitas sesar naik belakang busur Flores.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa pusat gempa bumi dangkal ini berada di laut pada kedalaman 12 kilometer. Hasil pemodelan resmi menunjukkan bahwa peristiwa tersebut tidak berpotensi memicu bencana tsunami.
Guncangan ini dirasakan nyata di dalam rumah dengan skala intensitas III MMI di wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu. Getaran yang terjadi membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang serta jendela kaca bergetar.
Pihak BMKG merilis informasi resmi mengenai situasi terkini masyarakat pascagejala alam tersebut melalui saluran komunikasi digital mereka.
"Pusat gempa berada di laut 65 km timur laut Kota Bima dan gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat." tulis BMKG melalui website resminya, Rabu, 20 Mei 2026.
Hingga pukul 17.50 WIB pada hari yang sama, sistem pemantauan BMKG baru mendeteksi adanya satu kali aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Berdasarkan catatan lembaga tersebut, dalam periode sepekan terakhir telah terjadi aktivitas gempa signifikan yang dirasakan masyarakat sebanyak 15 kali di wilayah Indonesia.
51 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·