Insiden maut akibat menghirup gas karbon monoksida dari mesin genset masjid di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat menyebabkan dua remaja tewas dan satu lainnya kritis pada Jumat (22/5) malam.
Peristiwa tragis ini terjadi saat pemadaman listrik melanda kawasan setempat, sekelompok remaja kemudian berinisiatif menyalakan genset untuk mengisi daya baterai ponsel yang habis, seperti dilansir dari Detikcom.
Dua korban meninggal dunia diidentifikasi dengan inisial GA (15) dan HAK (15), sementara korban berinisial H (16) saat ini masih berada dalam kondisi kritis di rumah sakit, di mana ketiganya diketahui merupakan pelajar dari sekolah yang berbeda.
"Pas lampu mati, anak-anak ini berkumpul dan bermain. Karena baterai HP habis, mereka minta tolong hidupkan genset," kata Kapolsek X Kota Iptu Martheriko.
Kejadian bermula pada pukul 18.40 WIB ketika listrik padam, lalu para remaja meminta izin menyalakan genset di dalam ruang sekretariat masjid sekitar pukul 21.00 WIB untuk mengisi daya baterai ponsel.
Iptu Martheriko menjelaskan bahwa awalnya terdapat lima orang yang berkumpul di ruangan tersebut, namun dua di antaranya memilih pulang sebelum ketiga korban memutuskan tidur di kamar belakang dengan kondisi pintu tertutup rapat.
"Mesin genset dinyalakan di ruang tertutup tanpa ventilasi. Gas karbonmonoksida tidak berbau dan tidak berwarna sehingga korban tidak menyadari bahayanya," ucap Iptu Martheriko.
Ketiga korban baru ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri pada Sabtu (23/5) pukul 05.30 WIB oleh ibu salah satu korban, sebelum akhirnya warga mengevakuasi mereka ke Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Yarsi Padang Panjang.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·