Jakarta (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan atas meningkatnya aktivitas kegempaan Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM, Lana Saria dalam laporan yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan peningkatan tersebut teramati dari hasil pemantauan aktivitas kegempaan gunung api, terutama pada gempa vulkanik dangkal dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: ESDM: Kegempaan Gunung Awu didominasi gempa vulkanik dangkal
Badan Geologi melaporkan setidaknya sampai dengan 4 Mei 2026, jumlah gempa vulkanik dangkal tercatat mencapai 74 kejadian, sementara pada 5 Mei 2026 pukul 00.00-12.00 WITA terekam 15 gempa vulkanik dangkal, dua gempa vulkanik dalam, dan 23 gempa tektonik jauh.
“Peningkatan kegempaan ini perlu diwaspadai mengingat potensi bahaya Gunung Awu yang dapat berupa erupsi magmatik maupun erupsi freatik,” kata Lana.
Dia menjelaskan bahwa aktivitas Gunung Awu saat ini masih berada pada Level II atau Waspada sejak 2 Februari 2025.
Selain aktivitas kegempaan, pengamatan visual tim ahli vulkanologi menunjukkan hembusan asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang dengan ketinggian sekitar 20 - 200 meter di atas kubah lava.
Menurut Lana, peningkatan aktivitas tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh dinamika internal gunung api, tetapi juga berkaitan dengan meningkatnya aktivitas gempa tektonik di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara sejak April 2026.
Baca juga: Badan Geologi: Waspada potensi erupsi Gunung Awu di Sulut
Baca juga: Badan Geologi ajak masyarakat patuhi radius bahaya Gunung Awu
Untuk itu, Badan Geologi merekomendasikan masyarakat agar tidak memasuki dan tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah Gunung Awu. Dalam hal ini masyarakat juga diminta tetap tenang, mematuhi rekomendasi resmi, serta tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait aktivitas gunung api tersebut.
"Badan Geologi akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan aktivitas Gunung Awu," kata dia.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·