Organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya membantah narasi pengepungan massa di rumah penulis Ahmad Bahar yang berlokasi di Cimanggis, Depok pada Minggu (17/5). DPP GRIB Jaya menyatakan kehadiran perwakilan mereka ke kediaman tersebut bertujuan untuk meminta klarifikasi terkait konten video yang menyinggung pimpinan mereka.
Pernyataan resmi ini dikeluarkan setelah munculnya pemberitaan mengenai dugaan intimidasi fisik terhadap keluarga penulis tersebut. Pihak GRIB Jaya meluruskan bahwa tindakan di lapangan dilakukan secara terukur dan didampingi oleh pengurus lingkungan setempat.
Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual menilai sebutan pengepungan massa terhadap kediaman Ahmad Bahar merupakan hal yang berlebihan.
"Kedatangan perwakilan Satgas murni dilakukan secara persuasif untuk melakukan klarifikasi (tabayun) atas konten video pelaku yang secara terbuka melempar tantangan, fitnah, dan narasi ofensif yang merendahkan martabat Ketua Umum kami, Bapak H Hercules Rosario Marshal," kata Marcel Gual, Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya.
Aksi ini diklaim memiliki dasar karena tim hukum organisasi telah mengumpulkan bukti digital sebelum mendatangi lokasi. Marcel menyatakan pergerakan tersebut juga dipicu adanya dugaan doxing dan intimidasi siber lewat aplikasi pesan singkat kepada lingkaran terdekat pimpinan mereka.
"Kedatangan tim bertujuan mengingatkan bahwa ruang publik harus diisi oleh fakta, bukan provokasi," sambung Marcel Gual, Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya.
Pihak GRIB Jaya mengonfirmasi bahwa seluruh pergerakan di lokasi dipantau oleh kepolisian dan disaksikan oleh Ketua RW. Tim hukum organisasi kini tengah bersiap mengambil langkah pidana atas dugaan teror digital tersebut.
"Tindakan doxing dan teror digital ini telah kami catat secara detail dan saat ini sedang dipantau ketat oleh tim hukum untuk diproses secara pidana," ucap Marcel Gual, Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya.
Manajemen organisasi juga menepis isu adanya penyanderaan atau tekanan fisik selama proses mediasi awal. Menurut mereka, rekaman video di lokasi menunjukkan bahwa situasi awal di rumah penulis tersebut berlangsung kondusif.
"Kehadiran Ketua RW dan kepolisian menjadi bukti mutlak bahwa proses berjalan terbuka, transparan, dan sesuai prosedur sosial," ujar Marcel Gual, Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya.
GRIB Jaya menyayangkan sikap Ahmad Bahar yang dinilai menghindar saat diminta memberikan penjelasan langsung di Kantor DPP. Penulis tersebut justru mengutus anak perempuannya yang kemudian mengaku kehilangan kontak dengan sang ayah.
"Ia justru mengutus putrinya untuk datang ke kantor DPP, bahkan sang anak sendiri mengaku kehilangan kontak dan tidak bisa menghubungi keberadaan ayahnya saat berada di kantor kami. Pihak-pihak terkait seharusnya sadar diri atas provokasi yang mereka mulai di media sosial, dan tidak bersembunyi di balik narasi seolah-olah menjadi korban (play victim)," tutur Marcel Gual, Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya.
Meski permohonan maaf secara pribadi telah diterima oleh Hercules Rosario Marshal, proses hukum dipastikan tetap berjalan. Pimpinan GRIB Jaya juga menginstruksikan anggotanya untuk menahan diri dan menghormati koridor hukum.
"Namun demikian, DPP GRIB Jaya mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat bukan berarti bebas menghina, memfitnah, atau menyerang privasi orang lain (doxing). Pintu maaf secara personal tidak menghapus konsekuensi hukum," tutur Marcel Gual, Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya.
Langkah hukum formal tetap ditempuh demi memberikan efek jera dan mengedukasi masyarakat luas. Kasus ini dipastikan akan terus dikawal oleh DPP GRIB Jaya melalui mekanisme resmi di Kepolisian Republik Indonesia.
"DPP GRIB Jaya memastikan bahwa seluruh persoalan ini-baik konten provokasi maupun jaringan pelaku doxing-akan tetap dikawal secara tegas melalui mekanisme hukum formal di Kepolisian Republik Indonesia demi memberikan edukasi publik dan efek jera," sambung Marcel Gual, Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya.
Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Metro Depok mengonfirmasi adanya laporan penggerudukan yang masuk lewat call center darurat. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Cimanggis.
"Terkait konten yang di keluarga Bapak Ahmad Bahar yang merugikan Saudara Hercules yang menurut keterangan Bapak Ahmad Bahar handphone kena hacker," ucap AKP Made Budi, Kasi Humas Polres Metro Depok.
Kepolisian resor kemudian memfasilitasi musyawarah antara kedua belah pihak guna meredam ketegangan. Pertemuan yang berlangsung pada Minggu malam tersebut menghasilkan kesepakatan damai tertulis.
"Semalam sudah dibuat surat kesepakatan pernyataan bersama untuk berdamai di Polres Metro Depok," kata AKP Made Budi, Kasi Humas Polres Metro Depok.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·