Prabowo Subianto Serahkan Sejumlah Jet Tempur Rafale ke TNI

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Presiden Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah pesawat tempur Rafale yang dilengkapi persenjataan kepada jajaran TNI. Pesawat tempur buatan Prancis tersebut diproyeksikan menjadi kekuatan baru bagi pertahanan udara Indonesia.

Prosesi penyerahan alutsista ini berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma pada Senin (18/6/2026) pukul 10.00 WIB, seperti dikutip dari Detikcom. Setibanya di lokasi, Prabowo mengawali acara dengan melepas tirai logo Skadron Udara 12 di bagian depan badan pesawat Rafale.

Pelepasan tirai tersebut menjadi simbol pengukuhan sejumlah alutsista sebagai bagian dari kekuatan udara strategis nasional. Setelah itu, Prabowo melakukan prosesi penyiraman air bunga pada bagian moncong pesawat Rafale.

Agenda dilanjutkan dengan penyerahan kunci pesawat secara simbolis oleh Prabowo kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Panglima TNI kemudian meneruskan kunci tersebut kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Selain unit pesawat tempur, pemerintah juga menyerahkan persenjataan berupa Radar GCI GM403. Paket penyerahan ini turut mencakup Rudal Air to Air Beyond Visual Range (BVR) Meteor serta Smart Weapon AASM Hammer yang menjadi bagian kelengkapan Rafale.

Seusai menyerahkan kunci, Prabowo meninjau langsung sejumlah alutsista di lokasi. Peninjauan dimulai dari area cockpit Rafale, smart weapon hammer, dan missile meteor, lalu dilanjutkan dengan memeriksa Radar GCI GM403.

Dalam kegiatan penyerahan ini, Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat negara. Di antaranya adalah Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hingga Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.

Seluruh pesawat yang diserahkan tersebut, termasuk Rafale, merupakan buatan Prancis. Indonesia kini tercatat sebagai salah satu negara pelanggan jet tempur jenis Rafale yang diproduksi oleh Dassault Aviation Prancis.

Kementerian Pertahanan tercatat telah memborong sebanyak 42 unit jet tempur Rafale. Langkah ini terealisasi setelah kontrak pembelian tahap ketiga untuk 18 unit terakhir dinyatakan efektif.

Prabowo menyatakan bahwa penyerahan alutsista ini menjadi tonggak penting dalam penambahan kekuatan nasional Indonesia. Penambahan ini tidak hanya mencakup pesawat tempur, tetapi juga perangkat radar.

"Jadi ya, kita menerima secara resmi dengan adat kita, penambahan alutsista untuk angkatan udara kita. Kita menerima enam, pesawat tempur ya, Rafale, dan pesawat angkut, Falcon, pesawat angkut VIP, dan A400. Ada radar juga," kata Prabowo.

Prabowo menegaskan pentingnya meningkatkan kekuatan pertahanan nasional Indonesia. Menurutnya, penguatan militer ini berfungsi sebagai aspek penangkal agar Indonesia mampu melindungi wilayahnya secara mandiri dari ancaman luar.

"Jadi, Saudara-saudara, ini hanya saya kira salah satu tonggak penambahan kekuatan. Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri," ujarnya.

Ia juga menilai faktor pertahanan merupakan syarat utama dalam menciptakan stabilitas nasional. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus membangun dan memperkuat kemampuan militer pada masa mendatang.

"Tapi kita lihat kondisi dunia, geopolitik penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas, jaminan bahwa kita bisa berdaulat," ujarnya.

"Saya kira itu intinya ya, dalam waktu yang akan datang terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita," lanjutnya.