4 Jurnalis Indonesia Ditangkap Israel saat Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza

Sedang Trending 44 menit yang lalu

PROKALTENG.CO– Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 menuju Gaza, Palestina, diwarnai insiden penangkapan oleh militer Israel.
Setidaknya empat jurnalis asal Indonesia yang ikut dalam pelayaran bersama Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) turut ditahan.

Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta Rahendro Herubowo dari GPCI.

Menurut data GPCI, terdapat sembilan WNI dalam rombongan flotilla, terdiri dari jurnalis dan aktivis kemanusiaan.

Selebritas Chiki Fawzi, yang juga ikut sebagai relawan, membagikan daftar nama melalui akun Instagram, termasuk empat jurnalis tersebut.

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengonfirmasi keterlibatan dua jurnalisnya.

“Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Senin (18/5).

Andi menegaskan keselamatan jurnalis menjadi perhatian serius. Ia juga mengecam keras tindakan Israel.

Electronic money exchangers listing

“Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” tegasnya.

Salah satu jurnalis, Bambang Noroyono (Abeng), sempat mengirimkan video SOS setelah kapalnya diintersepsi.

Dalam video itu ia menyatakan, “Jika Anda menemukan video ini mohon disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Israel. Saya mohon agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Zionis Israel”.

Koalisi Global Sumud Flotilla sebelumnya melaporkan bahwa kapal-kapal militer Israel mulai melakukan intersepsi di lepas pantai Siprus.

Empat kapal perang Israel disebut terlibat, memerintahkan seluruh armada mematikan mesin, dan membawa aktivis ke Pelabuhan Ashdod.

Armada Global Sumud sendiri terdiri dari 54 kapal yang berlayar dari Marmaris, Türkiye, dengan misi menembus blokade Israel yang telah diberlakukan sejak 2007.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras pasukan Israel yang menculik warga negara Indonesia (WNI) dalam armada kapal Global Sumud Flotilla (GSF).

GSF merupakan inisiasi untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza Palestina usai diblokade total Israel sejak agresi.

“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” kata juru bicara Kemlu Yvonne Mewengkang dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (18/5).

Insiden ini menjadi pengingat bahwa perjuangan kemanusiaan di Gaza bukan hanya soal bantuan logistik, tetapi juga soal hak asasi manusia, kebebasan pers, dan solidaritas global. (net/nur/jpg)

PROKALTENG.CO– Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 menuju Gaza, Palestina, diwarnai insiden penangkapan oleh militer Israel.
Setidaknya empat jurnalis asal Indonesia yang ikut dalam pelayaran bersama Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) turut ditahan.

Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta Rahendro Herubowo dari GPCI.

Menurut data GPCI, terdapat sembilan WNI dalam rombongan flotilla, terdiri dari jurnalis dan aktivis kemanusiaan.

Electronic money exchangers listing

Selebritas Chiki Fawzi, yang juga ikut sebagai relawan, membagikan daftar nama melalui akun Instagram, termasuk empat jurnalis tersebut.

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengonfirmasi keterlibatan dua jurnalisnya.

“Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Senin (18/5).

Andi menegaskan keselamatan jurnalis menjadi perhatian serius. Ia juga mengecam keras tindakan Israel.

“Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” tegasnya.

Salah satu jurnalis, Bambang Noroyono (Abeng), sempat mengirimkan video SOS setelah kapalnya diintersepsi.

Dalam video itu ia menyatakan, “Jika Anda menemukan video ini mohon disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Israel. Saya mohon agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Zionis Israel”.

Koalisi Global Sumud Flotilla sebelumnya melaporkan bahwa kapal-kapal militer Israel mulai melakukan intersepsi di lepas pantai Siprus.

Empat kapal perang Israel disebut terlibat, memerintahkan seluruh armada mematikan mesin, dan membawa aktivis ke Pelabuhan Ashdod.

Armada Global Sumud sendiri terdiri dari 54 kapal yang berlayar dari Marmaris, Türkiye, dengan misi menembus blokade Israel yang telah diberlakukan sejak 2007.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras pasukan Israel yang menculik warga negara Indonesia (WNI) dalam armada kapal Global Sumud Flotilla (GSF).

GSF merupakan inisiasi untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza Palestina usai diblokade total Israel sejak agresi.

“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” kata juru bicara Kemlu Yvonne Mewengkang dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (18/5).

Insiden ini menjadi pengingat bahwa perjuangan kemanusiaan di Gaza bukan hanya soal bantuan logistik, tetapi juga soal hak asasi manusia, kebebasan pers, dan solidaritas global. (net/nur/jpg)