Grimsby Town dijadwalkan bertandang ke markas Salford City di Peninsula Stadium untuk melakoni laga leg kedua semifinal play-off League Two pada Jumat, 15 Mei 2026, pukul 19.15 waktu setempat. Klub berjuluk The Mariners tersebut mengusung misi membalikkan ketertinggalan agregat 1-2 demi memperebutkan tiket final di Stadion Wembley.
Kekalahan pada pertemuan pertama terjadi setelah Salford mampu membalikkan keadaan meski Grimsby sempat unggul lebih dulu melalui gol Reece Staunton. Kini, tim tamu harus menghadapi catatan impresif tuan rumah yang belum terkalahkan dalam tujuh pertandingan kandang terakhir sebagaimana dilansir dari pojokpapua.id.
Penyerang Grimsby Town, Justin Amaluzor, menyatakan ambisi pribadinya untuk memperbaiki performa tim dan menekankan pentingnya kepercayaan diri kolektif dalam laga penentuan ini. Menurut laporan BBC Radio Humberside, Amaluzor menganggap tekanan yang ada merupakan hal wajar dalam sepak bola profesional.
"Deep down I'm determined to right our wrongs. We should have won that game." kata Justin Amaluzor, Penyerang Grimsby Town.
Pemain berusia 29 tahun itu mengajak rekan-rekannya untuk fokus sepenuhnya pada pertandingan krusial dan tidak meratapi hasil buruk pada leg pertama. Ia menilai laga ini seperti pertaruhan satu pertandingan untuk menuju partai puncak.
"I'm a very confident person and I'm ready to go. If you don't believe in yourself, no one will believe in you." ujar Justin Amaluzor, Penyerang Grimsby Town.
Amaluzor juga merefleksikan pengalaman pahit masa lalunya agar memotivasi tim untuk tidak merasakan kesedihan yang sama di akhir musim. Baginya, dinamika sepak bola selalu membuka peluang untuk memutar balik situasi dengan cepat.
"We have nothing to lose. It's a one-game shootout to book our place at Wembley. Football is always going to give you pressure, but it's amazing to have all this resting on one game." ucap Justin Amaluzor, Penyerang Grimsby Town.
Persiapan matang disebut menjadi kunci utama agar The Mariners tetap kompetitif hingga peluit panjang berbunyi di markas lawan. Penegasan ini muncul karena rasa sakit yang dirasakan saat melihat laga final hanya dari layar kaca di masa lalu.
"There's no point us feeling sorry for ourselves, we've got another game to play - a massive game." tutur Justin Amaluzor, Penyerang Grimsby Town.
Dalam wawancara bersama situs resmi klub, Amaluzor menyoroti kegagalan tim dalam mempertahankan keunggulan pada pertemuan sebelumnya. Meskipun sempat memberikan harapan di awal laga, situasi berubah drastis setelah Salford merespons dengan dua gol cepat.
"It's one of the worst feelings in the world, and I was even on holiday watching the final and it hurt so much." imbuh Justin Amaluzor, Penyerang Grimsby Town.
Amaluzor mengapresiasi gol pertama Reece Staunton di liga, namun ia menyayangkan kegagalan tim dalam mengelola tempo permainan setelah unggul. Ia berpendapat bahwa tim seharusnya bersikap lebih tenang dalam menghadapi atmosfer stadion yang memanas.
"But that is football - you know one game you can be down and out, and the next game you can be back in it. That's what you've always got to tell yourself and your team-mates - that it's not over until it's over." kata Justin Amaluzor, Penyerang Grimsby Town.
Instruksi taktis untuk meredam lawan dianggap kurang berjalan optimal karena pemain terlalu bersemangat mengikuti arus permainan. Hal tersebut kini menjadi bahan evaluasi penting bagi manajemen pertandingan di leg kedua.
"It was an unbelievable start," ujar Justin Amaluzor, Penyerang Grimsby Town.
Upaya mendominasi permainan justru menjadi celah bagi lawan pada pertemuan sebelumnya, sehingga kedewasaan dalam menjaga skor menjadi fokus utama. Amaluzor mengaku tidak terkejut dengan gaya bermain enerjik yang ditunjukkan oleh skuad Salford City.
"An unbelievable goal by Reece and I think that was his first league goal, so he deserved it." kata Justin Amaluzor, Penyerang Grimsby Town.
Secara intensitas, pihak Grimsby mengklaim mampu mengimbangi performa tuan rumah. Kesalahan kecil dianggap sebagai penyebab utama gawang mereka kebobolan dua kali pada laga sebelumnya.
"We were buzzing with the start but gutted that they scored two in quick succession." ucap Justin Amaluzor, Penyerang Grimsby Town.
Sesi latihan terakhir menunjukkan para pemain siap bertarung tanpa beban hasil sebelumnya. Ketenangan pikiran disebut akan menjadi faktor pembeda dalam laga yang diprediksi akan berlangsung sangat ketat.
"I just believe we probably should have calmed it down because the fans were up for it and we were up for it." tutur Justin Amaluzor, Penyerang Grimsby Town.
Strategi agresif tetap disiapkan dengan perhitungan yang lebih matang dibandingkan pertemuan pertama di kandang sendiri. Amaluzor menekankan pentingnya kepala dingin terutama saat tim berada dalam posisi unggul.
"We thought we could replicate the Swindon game after the first goal and that’s where we probably should have settled the game down a little bit more and made that lead last longer." kata Justin Amaluzor, Penyerang Grimsby Town.
Tingginya tensi babak play-off dimaklumi karena besarnya pertaruhan bagi kedua klub untuk naik kasta. Namun, para pemain diklaim tidak terpengaruh oleh tekanan tersebut menjelang laga di Peninsula Stadium.
"No, they were what we expected," ujar Justin Amaluzor, Penyerang Grimsby Town.
Amaluzor meyakini bahwa timnya masih memiliki keunggulan dalam hal energi dan intensitas. Evaluasi terhadap kesalahan-kesalahan kecil telah dilakukan agar tidak terulang kembali.
"We knew they were an energetic team and we are as well." ucap Justin Amaluzor, Penyerang Grimsby Town.
Fokus utama Grimsby saat ini adalah menjaga konsistensi permainan selama 90 menit penuh. Kemenangan menjadi harga mati jika ingin mengamankan tiket menuju partai puncak di Wembley.
"We still think we have the edge in terms of energy and intensity, but it was just a few little errors which led to their goals." kata Justin Amaluzor, Penyerang Grimsby Town.
Kesiapan mental tim menjadi sorotan utama agar tidak kembali kecolongan di fase krusial pertandingan. Amaluzor kembali mengingatkan pentingnya ketenangan saat dalam posisi memimpin.
"But we’re not affected by it going into the next leg at all." tutur Justin Amaluzor, Penyerang Grimsby Town.
Pertandingan ini juga menjadi momen pembuktian bagi ketajaman lini serang kedua tim. Amaluzor berharap tim dapat mengulang awal pertandingan yang baik seperti pada leg pertama.
"As I said before, when we went 1-0 up, we probably just needed a calmer head," kata Justin Amaluzor, Penyerang Grimsby Town.
Sementara itu, dari sisi operasional, manajemen Grimsby Town resmi menerbitkan panduan perjalanan bagi 500 pendukungnya yang telah membeli habis tiket tribun tim tamu. Dilansir dari koranmanado.co.id, pihak penyelenggara menegaskan tidak ada penjualan tiket tambahan di lokasi pertandingan.
Akses masuk bagi suporter tim tamu akan melalui Blok Turnstile A di Moor Lane, dengan penempatan di East Stand dan North Stand sesuai jenis tiket. Peninsula Stadium juga telah menerapkan sistem pembayaran non-tunai sepenuhnya dan tidak lagi menyediakan program pertandingan dalam bentuk cetak.
"Kami bangga dengan dukungan luar biasa yang diterima Mariners baik di kandang maupun tandang, dan kami ingin semua orang yang menghadiri pertandingan hari Jumat menikmatinya dalam lingkungan yang aman dan ramah," tulis pernyataan resmi klub Grimsby Town.
Pihak manajemen juga memberikan peringatan keras terhadap perilaku diskriminatif atau antisosial selama laga berlangsung. Otoritas setempat memberlakukan skema parkir khusus warga yang sangat ketat di sekitar stadion, sehingga suporter disarankan menggunakan transportasi umum seperti bus rute 97 dan 98.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·