Gulkarmat Jakarta Barat Gunakan Robot Padamkan Kebakaran Gudang Kalideres

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat mengerahkan teknologi robotik untuk menangani kebakaran gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya risiko keamanan bagi personel di lapangan.

Penggunaan unit robotik tersebut bertujuan utama untuk memitigasi risiko paparan gas beracun yang muncul dari material bahan kimia yang terbakar di lokasi kejadian. Seperti dilansir dari Detikcom, petugas memilih menjaga jarak aman dari titik api yang mengandung asap berbahaya.

"Ya, salah satu fungsi unit robotik ini adalah untuk menghindarkan personel berhadapan langsung dengan potensi racun dari asap. Jadi kita gunakan mobil robotik," kata Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakbar, Syaiful Kahfi.

Meskipun canggih, operasional robot pemadam ini sempat menemui kendala teknis terkait kebutuhan tekanan air yang sangat tinggi. Setelah beroperasi selama kurang lebih tiga puluh menit, unit tersebut terpaksa ditarik mundur dari garis depan pemadaman.

"Nanti mungkin saat proses pendinginan, unit robotiknya baru kita mainkan lagi," tutur Syaiful.

Proses pemadaman akhirnya dilanjutkan secara manual oleh para petugas yang dilengkapi dengan alat pelindung diri memadai. Akibat adanya ancaman gas berbahaya, seluruh personel diwajibkan mengenakan masker khusus selama berjibaku memadamkan sisa-sisa api di pergudangan tersebut.

Selain mengandalkan robot, tim pemadam juga memaksimalkan penggunaan nozzle dari berbagai arah untuk mengepung api. Strategi ini tetap dijalankan secara intensif meski petugas menghadapi kendala pasokan sumber air di sekitar lokasi kebakaran.

"Jadi, kita memadamkan dari berbagai sisi secara maksimal. Ada penembakan dari dua nozzle di titik tersebut, dua nozzle di tengah, dua nozzle di samping, dan dua nozzle di depan. Kurang lebih total ada 10 nozzle yang kita operasikan," kata dia.

Kekuatan personel yang diterjunkan mencapai 125 orang dengan dukungan 25 unit mobil pemadam kebakaran. Armada tersebut merupakan gabungan dari Sudin Gulkarmat Jakarta Barat dan bantuan dari wilayah Jakarta Utara untuk mempercepat penanganan.

"Total ada 22 unit dari Jakarta Barat dan 3 unit dari Jakarta Utara. Karena ada warga yang melapor juga ke Kantor Sektor Kamal, jadi mereka memberangkatkan lebih dulu tiga unit yang posisinya persis berada di belakang lokasi," jelas dia.

Pihak berwenang sejauh ini belum mengonfirmasi apakah deretan gudang yang hangus terbakar tersebut berada di bawah satu kepemilikan atau milik beberapa pihak yang berbeda. Meski demikian, tim di lapangan memastikan tidak ada korban jiwa yang jatuh dalam insiden besar ini.

"Untuk sementara nihil, tidak ada korban. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa," papar Syaiful.

Suara ledakan keras yang terdengar beruntun selama kebakaran berasal dari tumpukan botol berisi bahan kimia dan gas di dalam bangunan. Api yang merambat cepat menyambar barang-barang tersebut hingga memicu rentetan ledakan di area pergudangan.

"Ternyata gudang ini isinya banyak bahan kimia dan gas. Seperti tadi, banyak terjadi ledakan. Ledakannya itu berasal dari barang-barang kecil, seperti botol tiner, tapi mungkin bukan tiner. Awal-awal memang banyak sekali ledakan," kata Syaiful.