Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menjelaskan soal foto viral terkait pengadaan sepatu Sekolah Rakyat senilai Rp 700 ribu.
Ia menegaskan bahwa foto yang beredar luas di media sosial tersebut bukanlah sepatu hasil pengadaan Kementerian Sosial, melainkan bantuan pribadi dari Gubernur Jawa Timur.
"Ini sebagai contoh karena yang viral kemarin itu beritanya tentang pengadaan sepatu di Sekolah Rakyat tapi fotonya saya sedang bersama Bu Khofifah menyerahkan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat di Malang, Jawa Timur," ujar Gus Ipul saat ditemui di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (6/5).
Gus Ipul menjelaskan bahwa sepatu dalam foto tersebut merupakan program khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia meminta publik tidak mencampuradukkan bantuan tersebut dengan pengadaan resmi yang sedang dijalankan kementeriannya.
"Di mana sepatu itu adalah pemberian dari Gubernur Jawa Timur untuk siswa Sekolah Rakyat Jawa Timur. Jadi memang ini program khususnya Ibu Gubernur untuk siswa Sekolah Rakyat di Jawa Timur. Bukan sepatu dari Kementerian Sosial ya Pak. Beda barang," tegasnya.
Menurut Gus Ipul, keberadaannya dalam foto tersebut hanya dalam kapasitas mendampingi penyerahan bantuan secara simbolis. Ia menyebut Gubernur Khofifah memiliki perhatian besar terhadap kesejahteraan siswa di wilayahnya.
"Jadi ini beda sekali, ini foto saya, ini adalah bantuan Bu Khofifah. Jadi Bu Khofifah punya perhatian yang luar biasa juga kepada siswa Sekolah Rakyat sehingga menambah sepatu siswa Sekolah Rakyat khusus di Jawa Timur," tambah Gus Ipul.
Untuk menghindari kesalahpahaman, Gus Ipul menunjukkan perbedaan fisik antara sepatu bantuan Gubernur dengan sepatu pengadaan resmi Kemensos. Sepatu resmi yang sedang diproses oleh kementerian merupakan jenis sepatu PDL.
"Sementara yang ramai itu, yang diberitakan, ada fotonya nggak kira-kira ini supaya ini ada pembeda langsung? Gambarnya ada? Ini sepatu yang kita adakan itu sepatu yang apa itu untuk PDL. Nah ini, nah ini sepatu PDL," katanya.
Terkait proses pengadaan sepatu PDL tersebut, Gus Ipul memastikan seluruh tahapannya telah mengikuti aturan yang berlaku. Ia menjamin proses lelang dilakukan secara transparan dan dapat dipantau oleh siapa pun.
"Tentu lelang itu terbuka, bisa diikuti oleh siapa pun dari mulai penganggaran itu atau mulai dari lelang sampai nanti ada pemenangnya, bisa diikuti dan bisa dilihat secara langsung," tandas dia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·