Aset kripto Bitcoin (BTC) sempat menyentuh level tertinggi dalam empat minggu terakhir pada posisi 76.094 dollar AS atau sekitar Rp1,3 miliar pada Rabu (15/4/2026). Dilansir dari Bloombergtechnoz, harga tersebut kemudian terkoreksi ke kisaran 73.971 dollar AS (Rp1,26 miliar) pada pukul 15.40 WIB akibat aksi ambil untung oleh para pelaku pasar.
Pencapaian ini merupakan level terbaik Bitcoin sejak 4 Februari 2026 di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun pasar saham cenderung mendatar, performa Bitcoin tercatat tumbuh lebih dari 10 persen, melampaui kinerja emas yang justru mengalami penurunan hingga 10 persen dalam periode yang sama.
Optimisme pasar meningkat setelah Presiden Donald Trump mengeklaim adanya pembukaan jalur dialog perdamaian dengan Iran pada awal pekan ini. Meskipun militer Amerika Serikat masih menjalankan misi blokade di Selat Hormuz, pernyataan tersebut memberikan sentimen positif bagi para trader di pasar aset berisiko.
Sentimen pasar juga didukung oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan indeks harga produsen (PPI) berada di angka 4 persen untuk periode Maret 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi awal yang diperkirakan mencapai 4,6 persen, sementara indeks produsen inti tetap stabil pada level 3,8 persen.
Data dari K33 Research menunjukkan adanya pertumbuhan aktivitas di pasar spot sebesar 18 persen sepanjang pekan terakhir. Kondisi ini dipandang oleh sejumlah analis sebagai sinyal pemulihan moderat bagi pasar kripto secara keseluruhan di tengah dinamika geopolitik global.
Sektor institusional turut memberikan dorongan melalui pengajuan instrumen baru, termasuk ETF Bitcoin Premium Income oleh Goldman Sachs. Langkah ini menyusul peluncuran produk serupa oleh Morgan Stanley pada pekan sebelumnya sebagai bentuk dukungan bank besar Wall Street terhadap aset digital.
"Ini kabar besar dimana Bank Wall Street lain yang mengajukan permohonan untuk meluncurkan ETF Bitcoin merupakan isyarat dari penerimaan yang semakin luas terhadap Bitcoin sebagai aset global," kata James Seyffart, analis Bloomberg Intelligence.
Berdasarkan data CoinGecko, perdagangan Bitcoin masih mencatatkan tren bullish sebesar 3,2 persen jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Sementara itu, indeks Crypto Fear & Greed saat ini berada pada level 52 dari 100, yang menunjukkan sentimen pasar berada dalam kategori moderat.
Damien Loh, Kepala Investasi di Ericsenz Capital, menilai pernyataan Trump mengenai negosiasi dengan Iran memberikan prospek positif bagi pasar. Trump dilaporkan tengah mengupayakan putaran pembicaraan baru guna mencapai kesepakatan diplomatik dalam waktu dekat.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·