Kenaikan harga aset kripto Bitcoin yang melampaui level US$75.000 pada Jumat (17/4/2026) sore menghadapi tantangan kredibilitas akibat sentimen bearish pedagang berleverage tinggi di pasar derivatif. Fenomena ini menciptakan risiko lonjakan harga tajam atau short squeeze karena pedagang dipaksa membeli kembali posisi mereka.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, tingkat pendanaan pada jenis perpetual futures telah berada di zona negatif selama sekitar 46 hari berturut-turut hingga April 2026. Kondisi ini mencerminkan periode bearish terlama sejak keruntuhan bursa FTX pada akhir tahun 2022 silam.
Data pasar menunjukkan Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$75.508 atau setara Rp1,29 miliar pada pukul 18.59 WIB. Harga tersebut telah menguat sekitar 14% dari titik terendah pada bulan April, didorong oleh aliran masuk dana melalui ETF di Amerika Serikat.
Kepala Riset K33, Vetle Lunde, memberikan analisis terkait posisi para pelaku pasar saat ini yang mencoba melawan momentum penguatan harga aset kripto tersebut.
"Para trader secara aktif mengambil posisi short dan bertaruh melawan lonjakan harga, menciptakan kondisi di mana short squeeze menjadi lebih mungkin terjadi jika momentum kenaikan terus berlanjut," kata Vetle Lunde, kepala riset di K33.
Ia juga menyoroti langkah institusi besar seperti Morgan Stanley yang mulai masuk ke instrumen pelacak harga aset digital ini meskipun pada awalnya arus dana masih tergolong moderat.
"monumental" ujar Vetle Lunde, kepala riset di K33.
Trader derivatif senior di FalconX, Bohan Jiang, mencatat bahwa dukungan pasar diperkuat oleh pembelian senilai US$2,6 miliar dalam dua pekan terakhir oleh Strategy. Namun, ia mengingatkan adanya hambatan teknis yang mungkin terjadi saat harga mendekati level psikologis tertentu.
"Bitcoin juga mungkin menghadapi resistensi signifikan dalam pergerakannya ke atas karena pedagang opsi yang menjalankan strategi netral pasar menjual saat reli terjadi, dengan posisi terbesar terkonsentrasi di sekitar US$80.000," kata Bohan Jiang, trader derivatif senior di FalconX.
Analis Riset di Kaiko, Laurens Fraussen, memprediksi potensi pergerakan harga jika Bitcoin mampu menembus batasan harga saat ini di pasar derivatif maupun spot.
"Penembusan di atas US$76.000 dapat membuat BTC melaju menuju US$85.000. Kenaikan seperti itu mungkin akan mengejutkan sebagian orang," kata Laurens Fraussen, analis riset di Kaiko.
Kondisi pasar saat ini dipengaruhi oleh arus masuk bersih ke ETF Bitcoin spot AS yang mencapai US$332 juta dalam satu pekan terakhir. Selain itu, Goldman Sachs Group Inc. dilaporkan telah mengajukan permohonan untuk peluncuran ETF Bitcoin guna memperluas jangkauan investasi kripto mereka.
23 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·