Harga emas batangan Logam Mulia yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau ANTM mencatatkan kenaikan pada sesi perdagangan hari ini. Berdasarkan data terbaru, nilai investasi aman ini menunjukkan tren positif di tengah dinamika pasar global.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, harga emas Antam dipatok sebesar Rp 2.840.000 per gram pada Kamis (7/5/2026). Angka tersebut memperlihatkan penguatan sebesar Rp 17.000 jika dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya.
Sebagai catatan, pada perdagangan hari sebelumnya, harga emas Antam sempat diperbarui pada pukul 17:03 WIB. Saat itu, harga tercatat naik Rp 33.000 sehingga menyentuh angka Rp 2.823.000 per gram.
Kenaikan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback oleh Antam yang kini berada di level Rp 2.645.000 per gram. Nilai buyback ini terangkat Rp 20.000 dari harga yang berlaku hari sebelumnya.
Sebelumnya, harga buyback juga telah mengalami pembaruan pada pukul 16:55 WIB kemarin. Dalam update tersebut, harga buyback melonjak Rp 45.000 dari posisi sebelumnya menjadi Rp 2.625.000 per gram.
| 0,5 Gram | 1.470.000 |
| 1 Gram | 2.840.000 |
| 2 Gram | 5.620.000 |
| 3 Gram | 8.405.000 |
| 5 Gram | 13.975.000 |
| 10 Gram | 27.895.000 |
| 25 Gram | 69.612.000 |
| 50 Gram | 139.145.000 |
| 100 Gram | 278.212.000 |
| 250 Gram | 695.265.000 |
| 500 Gram | 1.390.320.000 |
| 1000 Gram | 2.780.600.000 |
Lonjakan harga emas di pasar domestik dipicu oleh meroketnya harga emas dunia di pasar spot. Kemarin, harga emas global ditutup pada level US$ 4.693,6 per troy ons, melonjak hingga 3,02 persen dan menjadi level tertinggi sejak akhir April.
Ketegangan di Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendongkrak minat pasar terhadap emas. Iran dikabarkan tengah mengevaluasi usulan baru dari Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik bersenjata yang berlangsung sejak Februari lalu.
Presiden AS Donald Trump melalui media sosial menyatakan bahwa Washington berencana menghentikan operasi militer dan mencabut blokade di Selat Hormuz.
"Dengan asumsi Iran sepakat untuk memberikan apa yang sudah disepakati, yang mana itu mungkin sebuah asumsi besar," tulis Trump.
Kabar tersebut memunculkan ekspektasi perdamaian yang langsung memukul harga minyak dunia. Harga minyak jenis brent tercatat ambruk sebesar 7,83 persen ke level US$ 101,27 per barel, menyentuh titik terendah dalam dua pekan terakhir.
Kendalinya harga minyak memberikan peluang bagi terkendalinya inflasi global. Dalam kondisi inflasi yang melandai, bank sentral memiliki keleluasaan untuk menurunkan suku bunga acuan guna melonggarkan kebijakan moneter.
Emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset menjadi pilihan yang sangat menguntungkan bagi investor. Daya tarik emas cenderung meningkat secara signifikan saat tingkat suku bunga berada dalam tren penurunan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·