Sektor kosmetik nasional diproyeksikan tetap tumbuh kokoh dengan nilai pasar mencapai lebih dari US$10 miliar atau setara Rp173 triliun pada tahun 2026 meski menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku dan plastik. Prospek menjanjikan ini disampaikan dalam pembukaan Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) Expo di JI-Expo Kemayoran pada Rabu, 6 Mei 2026.
Pertumbuhan rata-rata industri ini diperkirakan akan melampaui angka 5,5 persen dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Dilansir dari Bloombergtechnoz, peningkatan pasar yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir menjadi fondasi kuat bagi ketahanan industri kecantikan di tanah air.
"Berdasarkan proyeksi berbagai lembaga riset, termasuk Statista, nilai pasar kosmetik Indonesia pada tahun 2026 ini diperkirakan akan mencapai lebih dari US$10 miliar (Rp173 triliun) dengan rata-rata pertumbuhan lima tahun ke depan lebih dari 5,5%," ujar Sancoyo, Ketua Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia.
Besarnya peluang pasar tersebut berbanding lurus dengan kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional. Peningkatan aktivitas usaha terlihat dari data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang mencatat keberadaan 1.684 industri kosmetik, di mana 85 persen merupakan Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Sancoyo menambahkan bahwa dominasi pelaku usaha skala kecil menunjukkan dinamika yang kuat di sektor ini. Hal itu juga didukung oleh data nomor izin edar produk yang mencapai 348.789 nomor, dengan pertumbuhan produk baru sekitar 9.000 hingga 10.000 setiap bulannya.
"Tahun ini diikuti oleh lebih dari 100 tenant dengan luas area lebih dari 14.000 meter persegi, serta menghadirkan puluhan seminar dan sesi formulasi laboratorium," ujar Sancoyo mengenai penyelenggaraan ICI Expo ke-16.
Pemerintah telah menetapkan industri kosmetik sebagai sektor andalan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015–2035. Langkah strategis ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas penyerapan lapangan kerja di Indonesia.
Selain penguatan pasar domestik, para pelaku industri kini didorong untuk menjajaki pasar ekspor melalui berbagai program seminar internasional. Momentum penting lainnya adalah pemberlakuan wajib sertifikasi halal yang akan dimulai pada 18 Oktober 2026 mendatang untuk meningkatkan daya saing global.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·