Harga emas dunia di pasar spot mengalami pelemahan sebesar 0,81 persen ke level US$ 4.613,7 per troy ons pada perdagangan Jumat (15/5/2026) pukul 08:33 WIB. Penurunan pada pagi hari ini menempatkan sang logam mulia pada risiko koreksi harga selama empat hari berturut-turut.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, nilai aset ini sebelumnya telah merosot selama tiga hari beruntun dengan total akumulasi penurunan hampir mencapai 2 persen. Jika pergerakan hari ini kembali berakhir di zona merah, maka tren negatif harga emas resmi terjadi selama empat hari berturut-turut.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen pelaku pasar saat ini. Penutupan Selat Hormuz akibat konflik di wilayah tersebut telah mengganggu kelancaran arus perdagangan berbagai komoditas vital, terutama di sektor energi.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada harga minyak dunia yang tetap bertahan di level tinggi, di mana minyak jenis brent hampir menyentuh angka US$ 106 per barel pada perdagangan kemarin. Kenaikan harga energi ini memicu kekhawatiran terkait ancaman inflasi tinggi yang membayangi perekonomian global.
Situasi inflasi yang tinggi diprediksi akan menyulitkan bank sentral di berbagai negara untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), emas menjadi kurang menarik bagi investor ketika suku bunga belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Berdasarkan analisis teknikal harian, posisi emas saat ini berada di zona bearish dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari di angka 44. Indikator Stochastic RSI juga menunjukkan angka 43 yang menandakan aset sedang berada di area jual (short).
Meski demikian, terdapat peluang terjadinya technical rebound setelah koreksi tiga hari berturut-turut dengan titik pivot di level US$ 4.672 per troy ons. Jika harga berbalik menguat, emas diprediksi akan menguji level resisten di kisaran US$ 4.681 hingga US$ 4.700 per troy ons.
Sebaliknya, jika tren penurunan berlanjut, harga emas diperkirakan akan tertahan pada level support terdekat di angka US$ 4.597 per troy ons. Penembusan di bawah titik tersebut berisiko menyeret harga lebih dalam ke rentang US$ 4.592 hingga US$ 4.538 per troy ons.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·